"Tambahan mesin pembangkit ini kami estimasikan dapat melayani pelanggan baru hingga 10.000 pelanggan disini", ujarnya.
Dari tujuh belas mesin tersebut, Riza menjelaskan saat ini delapa unit diantaranya sudah beroperasi dan sinkron dengan sistem kelistrikan di sana.
“Mulai pertengahan Februari pembangkit baru ini sudah sinkron dengan sistem. Saat ini delapan sudah beroperasi, sementara sembilan sisanya sedang dalam proses perakitan. Kami siapkan instalasi panel, kabel juga instalasi pipa BBMnya. Kita sama-sama berharap dalam satu bulan ke depan, sudah bisa operasi maksimal,” terang Riza.
Berjalan dengan skema isolated, sistem kelistrikan Melak memiliki daya mampu 19,2 MW dengan beban puncak berkisar 11.5 MW. Melayani sejumlah 30.000 pelanggan disana, pasokan listrik Melak selama ini disuplai oleh PLTD Sendawar yang berlokasi di Desa Sendawar, Kutai Barat. Dengan bertambahnya tujuh belas unit mesin baru, sistem Melak dipastikan memiliki daya yang cukup.
“Ada 1 unit mesin milik Pemerintah Daerah dengan total daya 500 kW, rencananya akan kita relokasi ke Long Iram untuk menambah jam operasi disana menjadi 24 jam. Begitu juga dengan mesin PLTD milik PLN lainnya, dua unit kapasitas 2 x 500 kW akan kami standbykan di Samarinda untuk mobile genset, dan unit lainnya akan kita pindahkan ke daerah-daerah yang masih memerlukan tambahan pasokan listrik”, lanjut dia.
Penulis: Amir
Editor: Firman Hidayat