Warga Berau Cemas dengan Penyebaran Difteri
1 menit baca900 kali dibaca
TANJUNG REDEB-Informasi merebaknya wabah penyakit Difteri di banyak provinsi dan kabupaten/kota di tanah air memantik rasa kekhawatiran warga di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Walau belum ada temuan kasus Difteri yang masif, pemerintah daerah diminta melakukan tindakan preventif. Puja, seorang warga Kota Tanjung Redeb meminta Pemkab Berau khususnya instansi terkait aktif mensosialisasikan soal gejala Difteri dan upaya pencegahannya.
“Saya baca di media online nasional, beberapa daerah melaporkan KLB (kejadian luar biasa) Difteri yang ada di Kaltim. Ini perlu diwaspadai, jangan sampai permasalahan ini dianggap sepele mengingat satu pasien di RSUD Abdul Rivai sudah ada yang suspect Difteri,”terang salah satu tokoh pemuda Berau ini, kemarin.
Norbek, warga Kecamatan Gunung Tabur menginginkan agar Pemerintah daerah melakukan imunisasi massal. “Kalau perlu ada imunisasi massal terhadap anak-anak dan kita orang dewasa ini. Dari pada semuanya bermasalah, lebih baik di antisipasi terlebih dahulu, ingat tahun 75-an, se-Berau ini di suntik cacar karena wabah cacar sudah menjangkit kemana-mana,”tegasnya.
Staf Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Bagian Pemberantasan Penyakit Menular, Romansyah mengatakan Berau masih dalam keadaan aman dari penyebaran Difteri. “Untuk sementara kami pastikan Berau aman dari adanya bahaya difteri itu,” terangnya.
Puskesmas tetap melakukan vaksin secara kontinyu. “Jika dilakukan secara massal, belum ada rencana karena Berau belum termasuk dalam KLB. Setiap bulan Puskesmas juga masih rutin mengadakan vaksin itu,” bebernya.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, saat ini, telah menyiapkan ruangan khusus untuk penanganan pasien Difteri.
“Pasien suspect sudah kita isolasi. Ruangan isolasi sudah kita siapkan dalam upaya penanganan dan pencegahan,”pungkasnya.(ind)










