“Saya akan perjuangkan secara penuh pada 2018 ini, agar bisa segera mendapatkan anggaran dari APBN. Sebanrnya pada 2017 lalu jalan penghubung Mahulu-Kubar itu sudah harus licin beraspal. Tapi kami dapat informasi, malah anggaran pusat yang seharusnya diberikan kepada Mahulu itu, ternyata ke Kabupaten Kubar,” jelas Novita kepada Koran Kaltim, Kamis (18/1).
Novita mengatakan, DPRD Mahulu telah mengupayakan agar segera mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Sejumlah lobi ke pusat telah dilakukan,dan dia optimis program Nawacita Presiden Joko Widodo, akan turun untuk membangun daerah terluar, terjauh, dan kawasan perbatasan negara, Kabupaten Mahulu.
“Jadi yang kita harapkan agar segera dapat anggaran APBN dari program Pak Presiden Joko Widodo. Kami berharap dengan anggaran pusat itu akan bisa ditingkatkan dan dikeraskan (di aspal/semen beton) dari akses perbatasan Kubar ke Mahulu. Nah kalau untuk jalan dekat Ibukota Mahulu, Ujoh Bilang penghubung beberapa kilometer ke akses trans Kaltim menuju Kubar, nantinya bisa di bantu APBD Mahulu,” terangnya.
Ketua DPRD juga menambahkan, kondisi akses Mahulu-Kubar saat ini rusak parah. Bahkan ada sejummlah jembatan anak sungai disepanjang akses itu, saat ini ada yang runtuh. Dia menyebut, DPRD bersama Pemkab Mahulu kita masih terus memperjuangkanx kondisi itu, agar segera dapart bantuan pusat, dan dikerjakan pada 2018 ini.
“Saya bersama Pak Bupati Bonifasius Belawan Geh, terus memperjuangkan agar poros penghubung Mahulu-Kubar segera bisa ditingkatkan pada 2018 ini. Karena jika tidak, maka perekonomian masyarakat Mahulu setiap tahun masih terus sulit. Karena semua kebutuhan pokok harus diangkut dengan transportasi sungai yang memakan biaya sangat tinggi,” pungkasnya. (imr)