Warga Tering lainnya di kawasan Pelabuhan Gruty, Tering Baru, Abed (40) juga menyesalkan sikap perusahaan yang sangat abai dengan kondisi jalan umum tersebut. Dia menuturkan, kerusakan badan jalan aspal tersebut saat ini sangat parah, dan berpotensi mencelakakan pengguna jalan. Dia mengharapkan Pemkab Kubar segera tanggap, utamanya Dinas Perhubungan Kubar. Kalau kondisi jalan itu dalam bulan ini belum ada perbaikan, kami akan berunjuk rasa bulan depan. Kami minta kepada Pak Bupati FX Yapan, jika memang perusahaan tak sanggup perbaiki jalan itu, maka kami larang untuk menggunakan jalan umum itu, ungkapnya.
Hal senada diungkapkan warga Kampung Tering Lama Ulu, Mikael Hendra (40). Menurutnya, kondisi itu sudah dilaporkan warga kepada Camat Tering agar mengambil sikap, dan memanggil pihak perusahaan. Sudah kami laporkan ke Pak Camat Tering. Ada informasi bahwa pihak perusahaan tidak menghadiri panggilan tertulis dari kecamatan. Kami akan tunggu, agar perusahaan mengindahkan panggilan muspika. Jalan itu saat ini memang hancur, bebernya.
Camat Tering, Bonifasius Satuq, kepada Koran Kaltim mengungkapkan telah memanggil PT Fangiono Agro Plantation (FAP) yang rutin menggunakan jalan itu, agar hadir dalam perundingan di kantor Camat Tering. Namun anehnya, pihak perusahaan tidak mau hadir. Sudah dikirimkan surat panggilan kepada PT FAP, tetapi mereka tidak mau hadir. Kami akan laporkan kepada Pak Bupati kondisi itu, terang Bonifasius Satuq dalam pesan singkat SMS. (imr)