Satu Pasien di Kubar Positif Difteri
2 menit baca629 kali dibaca
SENDAWAR–Sejak Desember 2017 lalu hingga Januari 2018 ini, tercatat ada satu pasien yang menderita penyakit difteri di Kutai Barat (Kubar). Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar mengatakan telah melakukan vaksinasi terhadap balita hingga anak-anak usia 15 tahun di beberapa kecamatan di Kubar, guna antisipasi suspek difteri bertambah.
“Sampai Januari 2018 ini, tercatat ada satu pasien secara klinis positif difteri. Tetapi hasil pemeriksaan laboratorium kultur, negatif. Diskes Kubar sudah melakukan kegiatan pencegahan, semua anak usia dua bulan hingga 15 tahun divaksin dibeberapa kampung, termasuk di Kecamatan Linggang Bigung,” jelas Sekretaris Diskes Kubar, Barnabas
SKm kepada Koran Kaltim, di kantor Bupati di Sendawar, Senin (15/1) siang.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan dari puskesmas se-Kubar dan RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dan beberapa rumah sakit lainnya di Kubar, terhadap pertambahan pasien atau kasus baru terjangkit difteri.
“Meski hanya baru satu pasien difteri di Kubar, tapi kami lakukan koordinasi dengan Diskes Kaltim. Diskes Kubar masih menunggu penentuan dari Diskes Kaltim, apakah masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) atau belum. Karena kasus difteri di Kubar itu terjadi sekitar sebulan lalu di akhir Desember, Januari ini belum ada kasus baru,” urainya.
Barnabas menambahkan, vaksinasi massal difteri untuk yang pertama itu telah dilakukan. Diskes Kubar akan melakukan siklus vaksin berikutnya hingga genap tiga kali. “Diskes Kubar akan lakukan lagi vaksin massal yang kedua dan ketiga dalam tahun ini. Kami sudah kordinasikan dengan pak bupati dan wabup, sehingga anggarannya agar dapat didukung Pemkab Kubar,” terang dia.
Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan membenarkan bahwa Pemkab Kubar telah mengetahui kondisi bahwa di Kubar telah terjangkit wabah difteri. Karena itu menurutnya, dia bersama Bupati FX Yapan telah melakukan kordinasi menyeluruh, agar Dinas Kesehatan Kubar melakukan kerja keras, mengantisipasi wabah itu akan bertambah.
“Bukan hanya kordinasi, tetapi pemkab terus melakukan upaya kuratif (kegiatan pengobatan dan pencegahan) agar difteri tidak semakin berkembang. Juga sosialisasi oleh Diskes melalui rumah sakit dan puskesmas se-Kubar, camat hingga ketua RT, agar masyarakarat berlaku
hidup sehat,” ungkap Edyantyo.
Ia menuturkan, Pemkab Kubar mengerahkan Diskes untuk melakukan vaksin massal se-Kubar. Terutama didaerah yang ditengarai terjangkit, juga daerah yang belum terjangkit akan menjadi prioritas. “Untuk upaya pencegahan, bahkan menghilangkan. Sehingga wabah difteri tidak berkembang. Pemkab siap mendukung anggaran untuk vaksinasi massal pencegahan difteri,” tegasnya. (imr)










