“Kami pergi dan pulang setiap hari berdagang ikan dan sayur ke Long Iram melintas jalan itu sangat sulit. Karena semenisasi beton itu sudah hancur, dan besi beton tulangnya sudah kelua membahayakan pengendara,” jelas Kuleh (37) warga Kecamatan Tering kepada Koran Kaltim, Senin (8/1) di Tering.
Warga Kampung Tering Baru, Thomas Ibau (47) mengatakan jalan itu merupakan lintasan penting bagi masyarakat dua kecamatan. Bahkan ada anak sekolah yang setiap hari pergi dan pulang ke SMAN 1 Long iram, sangat mengeluh dengan kondisi itu. “Kami berharap pemerintah segera meninjau kondisi ini. Kasihan anak
kami yang bersekolah setiap hari melitnasi jalan itu, apalagi saat hujan sangat becek,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Asari (45) salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Long Iram. Menurutnya, akses Long Iram-Tering Lama Baru itu, kini mengalami kerusakan berat. “Tidak perlu menyalahkan siapapun, hanya kami berharap agar pemerintah peduli dengan kondisi jalan itu. Semoga saja suara kami bisa didengar,
dan jalan itu segera bisa dianggarkan,” ungkapnya.
Camat Long Iram, Burhan, mengakui telah mngetahui kerusakan akses antar dua kecamatan itu. Menurutnya hal itu segera dibicarakan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dalam waktu dekat. “Iya memang rusak cukup parah jalan beton antar Long Iram-Tering Lama Baru. Saat ini masih dalam musrenbang tingkat kampung, selanjutnya masuk dalam musrenbang kecamatan. Seletah masuk ke musrenbang kecamatan, maka segera masuk ke kabupaten, sebagai usulan kita,” paparnya.
“Masyarakat bersabar, itu semua sudah kami ketahui, dan kami akan usahakan usulkan ke Pemkab Kubar,” pungkas Burhan. (imr)