Dua kasus tersebut mendapat perhatian dari DPRD Berau yang menginginkan agar kejadian di awal tahun 2018 ini bisa terhindar kepada anak-anak yang tercinta.
”Yang paling mendasar adalah bagaimana kita meningkatkan kadar iman dan taqwa kita masing. Selanjutnya mengimbau kepada para orang tua agar terus mengawasi putra putrinya, memberikan kesibukan yang positif serta memberikan pemahaman agar tidak mudah terpengaruh terhadap orang lain,”ungkap anggota DPRD Berau, M Yunus dari Fraksi PKS kepada Koran Kaltim, Senin (8/1).
Ia berharap penuh agar peran serta orang tua bisa terus ditingkatkan. DPRD juga meminta agar pihak terkait seperti P2TP2A terus melakukan sosialisasi ke semua kalangan. Jangan hanya ke anak didik yang ada di sekolah, juga bisa ke orang tua yang daerah pedalaman. Ditujukan, agar iman dan akhlak orang tua bisa benar-benar terjaga didalam memberikan kasih sayang terhadap anak kandungnya sendiri.
“Saat ini, yang dilihat bukan lagi dari perlakukan orang lain ke anak kita. Melainkan, orang tua kandung sendiri bernai melakukan hal bejat tersebut ke anak kandungnya, sehingga kita selaku pemerintah bisa melakukan yang terbaik buat masyarakatnya.
Kami di DPRD mendorong penuh dengan kegiatan yang bisa memberikan pencerahan ke orang tua dan anak, agar bisa saling menghargai dan menjaga wibawa masing-maisng. Jangan pernah mendulukan hawa nafsu dan ego, akan tetapi tidak memikir dampaknya buat anak dan keluarga,” pungkasnya. (ind)