Segera Lapor BPBD, Jika ada Potensi Bencana Alam
2 menit baca1.724 kali dibaca
SENDAWAR–Cuaca tak menentu belakangan ini, membuat kondisi Sungai Mahakam dan beberapa anak Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tak bisa diprediksi datangnya.
Seperti terjadi sepekan lalu beberapa kecamatan di Kubar diantaranya Long Iram, Tering, Melak, Mook Manar Bulatn, Muara Pahu, Penyinggahan, Muara Lawa, Damai, Nyuatan, dan Bentian Besar, sempat direndam banjir beberapa hari akibat luapan Sungai Mahakam dan Kedang Pahu.
Laporan resmi yang diterima Koran Kaltim, sejumlah kecamatan di Kubar, hingga sehari lalu masih direndam banjir. Yakni beberapa kampung di Kecamatan Nyuatan dan Damai, serta Mook Manar Bulatn. “Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar terus lakukan monitoring lapangan. Banjir ini tak bisa diprediksi, kadang sehari banjir, kadang beberapa daerah lainnya masih terendam. Saya hari ini (kemarin, Red) langsung ke lapangan monitor . Karena kabarnya masih beberapa kampung di Kecamatan Mook Manar Bulatn yang terendam. Padahal sejumlah kecamatan lainnya sudah surut debit banjirnya,” jelas Kepala BPBD Kubar, Jenton kepada Koran Kaltim, Selasa (5/12).
Dia menuturkan, BPBD Kubar bersama sejumlah instansi terkait telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Tugas TRC bergerak ke lapangan menelusuri informasi terkait bencana banjir se-Kubar. Termasuk persiapan penyaluran bantuan logistik kedaruratan, BPBD Kubar terus berkordinasi dengan BPBD Kaltim serta pusat. “Saat ini kondisi logistik di gudang logistik BPBD Kubar sangat kurang. Dua pekan lalu saya sudah kordinasi langsung ke pusat dan juga BPBD Kaltim terkait hal itu. Perlu saya tegaskan, meski ada beberapa daerah di Kubar yang masih terendam banjir, tapi statusnya belum Tanggap Darurat. Statusnya masih Siaga Bencana,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar, Aliman mengungkapkan Diskes Kubar telah menginstruksikan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kubar, agar bertanggung jawab penuh atas wilayah kerjanya. Terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir saat ini. “Karena sinergi dengan beberapa instansi, termasuk dengan BPBD dalam penanggulangan bencana. Saya sudah instruksikan agar tiap puskesmas bertanggung jawab atas wilayah kerjanya. Tim kesehatan ada dibentuk di setiap puskesmas se-Kubar, tergabung dalam TRC,” tukasnya.
Salah seorang warga Kampung Muara Jawaq, Kecamatan Mook Manar Bulatn, Amos (52) dikonfirmasi melalui seluler siang kemarin, menyebut di Kampung Muara Jawaq hingga siang kemarin kondisi debit banjir sudah surut. Banjir besar merendam Kampung Muara Jaawaq terjadi minggu lalu, berlangsung selama satu pekan. (imr)










