Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusein, menjelaskan peristiwa bermula saat ibu korban berada di dalam rumah untuk mengganti popok adik korban sekitar pukul 09.40 WITA. Pada saat yang sama, korban diketahui sedang bermain di halaman depan rumah.
“Hanya berselang sekitar 20 menit, sang ibu yang keluar rumah sudah tidak lagi melihat keberadaan anaknya,” kata Chusein.
Ibu korban sempat bertanya kepada tetangga sekitar, namun tidak ada yang mengetahui secara pasti posisi terakhir korban. Kecurigaan mencuat setelah ditemukan sepasang sandal milik balita tersebut tergeletak di dekat parit besar yang berada tepat di depan rumah.
“Di depan rumah korban memang terdapat parit berukuran cukup besar dengan arus yang mengalir ke arah Selili. Karena hanya ditemukan sandalnya saja, pihak keluarga langsung panik dan meminta bantuan warga sekitar,” jelas Chusein.
Mendengar teriakan histeris ibu korban, puluhan warga langsung berkumpul dan melakukan aksi gotong royong dengan menyisir sepanjang aliran parit tersebut. Setelah melakukan pencarian intensif selama kurang lebih 40 menit, warga akhirnya menemukan korban sekira pukul 10.40 WITA.
Tubuh batita malang tersebut ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah jembatan wilayah Selili RT 100, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi awal jatuhnya korban.
Warga segera mengevakuasi korban dan melarikannya ke Rumah Sakit (RS) Medika Manggar untuk mendapatkan pertolongan darurat.
“Setibanya di IGD, tim medis langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Namun, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter pada pukul 11.00 WITA,” ungkap Chusein berdasarkan keterangan medis dari dr. Kevin yang menangani korban.
Dokter menyatakan korban mengalami henti jantung dan napas akibat kekurangan oksigen berat (tenggelam), yang ditandai dengan bibir membiru serta keluarnya busa dari hidung.
Atas kejadian ini, Polsek Balikpapan Timur langsung menerjunkan personel untuk mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Chusein menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengevaluasi keberadaan drainase terbuka di kawasan permukiman padat penduduk.
“Kami merekomendasikan adanya pemasangan pagar pengaman atau penutup parit di titik-titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Chusei juga mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak balita, untuk memperketat pengawasan.
“Kami meminta para orang tua agar lebih waspada dan tidak melepas anak-anak bermain tanpa pengawasan langsung, terutama jika lingkungan tempat tinggal berdekatan dengan fasilitas publik yang rawan seperti parit besar atau sungai,” pungkasnya.
Editor: Erwin