Kepastian tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Bang Ara saat meninjau langsung kondisi rumah tidak layak huni di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Selasa (5/5/2026).
Di ujung Kota Balikpapan tersebut, ia mendapati fakta lapangan dua rumah yang ditinjau kondisinya sangat memprihatinkan dan belum pernah tersentuh program bantuan pemerintah.
"Kaltim ini daerah kaya, PAD besar. Pak Prabowo sampaikan kekayaan alam kita, mulai batu bara, nikel, emas, hingga minyak, itu juga untuk kepentingan rakyat. Inilah yang dilakukan Pak Prabowo, bagaimana programnya langsung tajam menyentuh masyarakat," ujar Menteri Ara.
Melihat kondisi hunian yang "gawat", Menteri Ara menginstruksikan percepatan jadwal pelaksanaan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program yang semula dijadwalkan mulai 20 Mei 2026 dipercepat menjadi 15 Mei 2026. Ia meminta agar penerima bantuan dipilih benar-benar warga miskin agar bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, pengerjaan harus dilakukan dengan cepat karena sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi luar biasa bagi masyarakat sekitar. Aktivitas bedah rumah dipastikan menghidupkan toko material, menyerap tenaga kerja lokal, hingga menggerakkan usaha kecil seperti warung makan.
"Ada semen, pasir, genteng, cat, hingga kayu, itu semua menggerakkan ekonomi. Toko material bergerak, truk pembawa barang bangunan jalan, bahkan ibu-ibu yang punya warung makan juga ikut merasakan manfaatnya. Pertumbuhan ekonomi dari sektor perumahan itu sangat tinggi," jelasnya.
Sebagai langkah penguatan, pemerintah juga memperkenalkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan perdana di era Presiden Prabowo. Skema ini menawarkan bunga rendah hanya 0,5 persen per bulan atau 6 persen setahun. Untuk pelaku UMKM konstruksi dengan pinjaman di bawah Rp100 juta, pemerintah memberikan kemudahan tanpa agunan.
"Harusnya sudah tidak ada lagi warga yang terjerat rentenir di Kalimantan Timur karena bunga KUR ini sangat rendah. Ini pertama kali ada presiden yang buat program seperti ini untuk memperkuat ekonomi rakyat dan kontraktor lokal," pungkasnya.
Editor: Erwin