Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan hal itu saat memimpin upacara Hardiknas dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Sabtu (2/5/2026) hari ini.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” merupakan ajakan untuk mendorong gerakan bersama dalam pembangunan pendidikan.
“Hardiknas bukan seremoni tahunan. Ini momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan pemerataan,” kata Rahmad.
Pendidikan harus ditempatkan sebagai proses strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter generasi, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tantangan pendidikan saat ini tidak hanya pada aspek akses, tetapi juga mutu dan relevansi.
Untuk itu, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis sebagai langkah percepatan, meliputi pembangunan dan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, penguatan literasi dan numerasi berbasis STEM, serta perluasan akses pendidikan melalui jalur fleksibel.
Salah satu program prioritas adalah pemberian beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan target menjangkau 150.000 guru pada 2026.
Keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengubah pola pikir dan memperkuat komitmen.
"Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan program, tetapi tiga hal utama yaitu. Mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa itu, semua hanya akan berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Rahmad mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, pendidikan bermutu untuk semua hanya bisa terwujud jika semua bergerak bersama.
"Ini tanggung jawab kolektif untuk masa depan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” pungkas Rahmad.
Editor: Aspian Nur