Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim, Muchlis Hasan menyatakan, kloter perdana ini terdiri atas 356 jemaah dan didampingi oleh empat orang petugas.
“Kalau dirincikan, komposisi jemaah terdiri dari 153 jemaah laki-laki dan 207 jemaah perempuan," ujarnya.
Berdasarkan data, jemaah lanjut usia di kloter pertama ini berjumlah 59 orang, yang terdiri atas 35 laki-laki dan 24 perempuan. Selain itu, tercatat sebanyak 21 jemaah yang harus menggunakan bantuan kursi roda untuk mobilitas mereka.
Muchlis menekankan, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan sesuai dengan komitmen pemerintah pusat. Seluruh fasilitas dan sistem pelayanan telah siap sepenuhnya untuk menyambut tamu Allah tersebut.
"Tahun ini kami mengusung semangat Haji Ramah Lanjut Usia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan. Semua fasilitas di asrama hingga pelayanan di pesawat telah disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka," ujar Muchlis.
Setibanya di asrama haji, para jemaah langsung diarahkan untuk proses administrasi satu pintu. Muchlis menjelaskan setiap jemaah menerima Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA), kartu asrama, serta kartu konsumsi. Namun, yang paling krusial pada penyelenggaraan tahun ini adalah pembagian kartu Nusuk.
"Kartu tersebut merupakan identitas utama yang wajib dimiliki setiap jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi," ungkapnya.
Selain perlengkapan identitas, para jemaah juga mendapatkan dukungan finansial berupa dana sponsorship dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang bekerja sama dengan Bank Kaltimtara. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk buku tabungan kepada masing-masing jemaah sebagai bekal tambahan di Tanah Suci.
Sesuai jadwal, Kloter 01 akan bertolak menuju Arab Saudi pada Minggu, 26 April 2026, pukul 23.55 Wita. Mereka akan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4101 melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
Editor: Erwin