Usai Musrenbang, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyampaikan berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan telah dihimpun dalam forum tersebut sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan ke depan. Sejumlah isu strategis menjadi prioritas, diantaranya penanganan stunting, ketahanan energi serta pengendalian banjir.
Selain itu, sektor pelayanan dasar seperti penyediaan air bersih, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan juga tetap menjadi fokus utama pemerintah.
“Masukan dari masyarakat dan stakeholder sudah kita rangkum. Mudah-mudahan perencanaan ke depan bisa lebih baik, terutama untuk program prioritas seperti stunting, ketahanan energi, dan banjir,” kata Rahmad kepada Korankaltim.com.
Diakuinya tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara menyeluruh dalam waktu singkat, mengingat perkembangan Kota Balikpapan yang terus meningkat dan diikuti kebutuhan yang semakin besar. Namun pemerintah berkomitmen menyusun perencanaan yang matang agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pentingnya menurutnya menjadikan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni dengan kualitas layanan publik yang optimal. Mengenai kemampuan keuangan daerah masih terbatas dibandingkan total kebutuhan pembangunan. Dari sekitar Rp4 Triliun usulan program yang masuk, anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp600 miliar. Rahmad menganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa.
“Dari seluruh usulan itu akan kita kaji kembali untuk menentukan skala prioritas. Program yang paling prioritas itulah yang akan kita laksanakan sesuai kemampuan anggaran,” tutup Rahmad.
Editor: Aspian Nur