Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kejadian diterima pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.17 Wita. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Komandan Regu UPT Balikpapan Barat BPBD Balikpapan, Bambang, mengatakan respons cepat menjadi kunci untuk menekan dampak kebakaran agar tidak meluas ke bangunan lain.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi. Dukungan relawan dan warga juga membantu, terutama dalam penempatan unit sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Api disebut berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 15 menit sejak upaya pemadaman dilakukan secara intensif. Meski demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. “Pendinginan ini untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, rumah yang terbakar diketahui dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kondisi bagian dalam bangunan belum dapat dipastikan sepenuhnya saat proses penanganan berlangsung.
Dari sisi penanganan, BPBD mengerahkan sejumlah unit pemadam dari berbagai sektor. Satu unit diterjunkan dari Pos Baru Tengah, dua unit dari Pos Barat, serta tambahan bantuan dari sektor Gunung Samarinda. Selain itu, unsur kepolisian, Landal dan relawan juga turut membantu proses pemadaman.
Dengan kondisi permukiman yang relatif padat, potensi perambatan api sebenarnya cukup tinggi. Namun, upaya cepat yang dilakukan petugas bersama warga membuat api tidak sampai meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, jarak antar rumah cukup berdekatan. Tapi berkat penanganan cepat, api bisa dicegah agar tidak merembet,” kata Bambang.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Balikpapan. Dua hari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan Karang Jati yang menghanguskan sejumlah bangunan di permukiman padat.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran di Baru Ilir masih dalam penyelidikan.Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi sumber api di lingkungan rumah, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor: Erwin