Langkah tersebut dilakukan seiring rencana pengalihan pengelolaan layanan BCT pada tahun depan. Pemerintah kota pun mulai menyiapkan berbagai tahapan guna memastikan transisi berjalan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Fadli Pathurrahman mengatakan, proses hand over BCT menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus pengembangan layanan transportasi tersebut.
“Akan ada proses hand over BCT tahun depan. Karena itu pemerintah kota menyiapkan berbagai langkah sejak sekarang,” kata Faldi Senin (9/3/2026).
Sejumlah masukan dari masyarakat maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan turut menjadi pertimbangan dalam rencana pengembangan layanan. Salah satu usulan yang muncul adalah penambahan koridor untuk memperluas jaringan transportasi di kota tersebut.
“Ada masukan dari masyarakat dan DPRD untuk menambah koridor BCT agar jaringan transportasi bisa semakin luas,” jelasnya.
Saat ini layanan BCT masih dapat dinikmati masyarakat tanpa biaya. Kebijakan tersebut berlaku berdasarkan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang berlangsung hingga Juli 2027.
Minat masyarakat menggunakan transportasi massal ini dinilai cukup tinggi. Fadli menyebut, jika jumlah armada ditambah, tingkat keterisian penumpang berpotensi semakin meningkat.
Dalam operasionalnya, BCT menerapkan sistem pelayanan berbasis jadwal. Bus tidak menunggu hingga penuh penumpang, melainkan hanya berhenti di titik drop zone dengan waktu tunggu sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kedepan, pemerintah kota juga merencanakan perluasan rute pada sejumlah wilayah. Di antaranya perpanjangan jalur menuju kawasan Balikpapan Utara dari Km 5 hingga Km 24, serta pengembangan layanan ke wilayah Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur.
Saat ini armada BCT berjumlah 24 unit setelah adanya penambahan kendaraan. Pemerintah kota juga berencana mengajukan tambahan dua hingga tiga unit bus melalui anggaran tahun 2027. “Jika armada bertambah, peluang membuka koridor baru juga semakin besar,” sebut Fadli.
Meski demikian, pemerintah kota menegaskan rencana penambahan koridor masih melalui proses evaluasi. Ekspansi layanan tidak akan dilakukan apabila berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, pengembangan BCT juga mendapat perhatian dari Bappeda Litbang Kota Balikpapan. Program transportasi massal tersebut bahkan telah dimasukkan ke dalam daftar proyek strategis pemerintah kota. Saat ini layanan BCT memiliki tiga koridor yang masih berada dalam tahap uji coba operasional. “Kami tidak akan menambah koridor jika kualitas layanan menurun. Penambahan harus seimbang dengan pelayanan,” pungkas Fadli.
Editor: Aspian Nur