Staf Ahli Bidang Sosial Kesejahteraan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemkot Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan masyarakat perlu dibekali informasi kesehatan yang komprehensif agar mampu mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Kesehatan tidak bisa dipandang hanya sebagai urusan pengobatan. Akses informasi, pemahaman layanan, hingga pencegahan juga bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Adamin, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara, Balikpapan memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, termasuk untuk kebutuhan layanan kesehatan. Kondisi tersebut menuntut adanya ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan layanan kesehatan secara terbuka dan terukur.
Dalam konteks itu, Adamin menilai kehadiran Health In Motion 2026: Healthcare, Wellness & Travel Fair menjadi salah satu sarana yang relevan untuk memperluas literasi dan akses informasi kesehatan bagi warga.
Pameran yang digelar di Main Atrium Pentacity Mall Balikpapan pada 5–8 Februari 2026 ini untuk pertama kalinya hadir di Balikpapan, dengan konsep mempertemukan pelaku industri kesehatan, kebugaran, dan perjalanan medis dalam satu ekosistem layanan terpadu.
Perwakilan penyelenggara Health In Motion 2026 dari Stomp & Stride The Marketing Agency, Ivon Thomas, menjelaskan pameran ini dirancang sebagai ruang edukasi publik, bukan sekadar ajang promosi layanan kesehatan.
“Health In Motion 2026 kami rancang sebagai platform informasi yang mudah diakses masyarakat. Di sini pengunjung bisa berdialog langsung dengan penyedia layanan kesehatan, memahami opsi perawatan, hingga mengenal layanan medical travel secara lebih objektif,” ujar Ivon.
Ia menuturkan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tidak selalu diimbangi dengan pemahaman yang cukup mengenai pilihan layanan yang tersedia. Karena itu, pameran ini mencoba menjembatani kebutuhan informasi tersebut.
“Banyak masyarakat yang ingin mendapatkan layanan terbaik, tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Kami ingin membantu mereka mendapatkan informasi yang relevan, terkurasi, dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga keputusan kesehatan diambil dengan lebih percaya diri,” katanya.
Menurut Ivon, Balikpapan dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki karakter sebagai kota dengan mobilitas regional tinggi serta akses penerbangan internasional yang semakin terbuka.
“Kami melihat Balikpapan sebagai kota strategis. Mobilitas ke kawasan regional, termasuk Malaysia, sudah terbentuk. Ini membuat diskusi soal layanan kesehatan lintas negara menjadi relevan,” jelasnya.
Salah satu fokus utama pameran ini adalah kehadiran Malaysia Healthcare Pavilion 2026 melalui kerja sama dengan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Pavilion tersebut menghadirkan 14 rumah sakit unggulan Malaysia yang menawarkan berbagai layanan spesialis, mulai dari jantung, fertilitas, hingga perawatan lanjutan.
Ivon menyebut kehadiran pavilion tersebut turut membuka ruang dialog dan kolaborasi antarpenyedia layanan kesehatan di kawasan.
“Yang kami dorong bukan hanya pilihan berobat, tapi juga pertukaran informasi, standar layanan, dan potensi kerja sama antar institusi kesehatan regional,” ujarnya.
Selain peserta dari Malaysia, pameran ini juga diikuti oleh sejumlah institusi kesehatan dari Indonesia dan kawasan regional lainnya, termasuk Brunei Darussalam. Kehadiran berbagai institusi tersebut memberikan gambaran utuh mengenai spektrum layanan kesehatan, dari preventif hingga spesialis.
Selama empat hari penyelenggaraan, Health In Motion 2026 diisi dengan diskusi kesehatan, mini workshop, serta sesi konsultasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
"Pameran ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi warga Balikpapan untuk mengenal layanan kesehatan secara lebih luas dan terinformasi," pungkasnya.
Editor: Erwin