Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai sebelum peresmian menyebut, RDMP Balikpapan menjadi momentum penting dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian energi nasional.
Menurutnya, proyek ini merupakan kilang baru pertama yang akan diresmikan dalam 32 tahun terakhir, setelah kilang Balongan pada 1994.
“RDMP Balikpapan adalah yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil kepada awak media.
Bahlil menjelaskan, kilang RDMP Balikpapan mampu menghasilkan berbagai produk energi strategis seperti solar, bensin, LPG, serta produk petrokimia. Dengan beroperasinya kilang ini, pemerintah menargetkan penghentian impor solar secara bertahap mulai tahun ini.
Selain solar, kapasitas produksi bensin nasional juga akan meningkat signifikan. Tambahan produksi dari RDMP Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun, sehingga total produksi nasional mendekati 20 juta kiloliter. Dengan peningkatan tersebut, ketergantungan terhadap impor BBM diharapkan terus menurun.
Tidak hanya dari sisi volume, kualitas BBM yang dihasilkan juga meningkat karena telah memenuhi standar emisi internasional dari Euro 2 menjadi Euro 5, sehingga lebih ramah lingkungan.
“Ke depan, pemerintah juga akan mengembangkan kapasitas kilang dan fasilitas penyimpanan di sejumlah wilayah serta membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat ekosistem industri energi nasional,” pungkasnya.
Editor: Erwin