Kepala Bagian Perencanaan dan Pelaksanaan Reforma Agraria BBT, Nova Suryandaru, mengatakan program ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan sertifikat hak pakai kepada sekitar 40 warga penerima manfaat.
Semua merupakan warga yang lahannya terdampak oleh pembangunan bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) dan telah dipindahkan oleh BBT. Lahan yang telah bersertifikat tersebut didorong agar dimanfaatkan secara optimal melalui penanaman tanaman keras.
“Ini merupakan kelanjutan dari penyerahan sertifikat kemarin. Kami ingin masyarakat tidak hanya terfokus menanam sawit, tetapi mulai mengembangkan tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Nova, Jumat (9/1/2026).
Jenis tanaman yang disalurkan meliputi durian, mangga, rambutan, dan kelengkeng. Pemilihan tanaman tersebut berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian Penajam Paser Utara (PPU) yang menilai tanaman tersebut sesuai dengan karakter wilayah tropis.
Selain bantuan bibit, BBT juga menyiapkan pupuk untuk mendukung keberhasilan penanaman. Pemerintah daerah juga akan melakukan pendampingan dan pengawasan melalui penyuluh pertanian agar tanaman dapat tumbuh optimal. Sebelum penyerahan bibir tersebut, juga digelar penyuluhan cara menanam agar meraih hasil yang lebih efektif.
“Ini baru tahap awal atau kick off. Ke depan akan ada program lanjutan untuk terus memberdayakan masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahannya,” tambahnya.
Program ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Tamsir, warga Desa Telemu yang mengelola kebun di Maridan, mengaku senang karena kegiatan seperti ini baru pertama kali ia ikuti.
“Sangat senang sekali (penyuluhan, red) ini betul-betul menambah wawasan kami, terutama cara menanam durian yang benar. Selama ini kami menanam seadanya tanpa ilmu, sekarang jadi tahu teknik yang lebih tepat,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya ia menanam bibit durian biasa yang tidak bersertifikat dan membutuhkan waktu lama untuk berbuah. Dengan metode yang baru ia pelajari, masa panen diperkirakan bisa lebih singkat.
“Kalau cara lama bisa puluhan tahun baru berbuah. Kalau ini katanya bisa sekitar empat sampai enam tahun. Ke depan saya ingin menanam buah-buahan semua, tidak hanya sawit,” tambahnya.
Menurut Tamsir, tanaman buah dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi dan juga lebih ramah terhadap lingkungan. Ia pun menyampaikan apresiasi atas bantuan bibit yang diberikan.
“Terima kasih kepada BBT yang sudah memberikan kami bibit durian dan buah-buahan lainnya. Semoga ini bisa meningkatkan hasil kebun kami,” tutupnya.
Editor: Erwin