Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edy Gunawan menjelaskan, data tersebut menjadi dasar berbagai program bantuan pemerintah, mulai dari bantuan pendidikan, kebutuhan pokok hingga bantuan sosial lainnya yang sebagian besar disalurkan dalam bentuk tunai.
“Selama ini dengan data lama potensi salah sasaran cukup besar. Ada yang seharusnya tidak berhak justru menerima bantuan, sementara yang lebih berhak malah terlewat,” ungkap Edy kepada Korankaltim.com Senin (22/12/2025).
Berdasarkan evaluasi, tingkat kesalahan data sebelumnya tergolong tinggi. Bahkan, sebagian data dinilai sudah tidak relevan atau usang, terutama yang digunakan pada masa pandemi Covid-19. Faktor kepentingan tertentu, baik sosial maupun politik, juga disebut turut memengaruhi validitas data di masa lalu.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Balikpapan menurunkan sebanyak 280 enumerator atau petugas pendata yang langsung terjun ke lapangan. Para enumerator ini bertugas melakukan pencacahan ulang terhadap keluarga penerima bantuan di seluruh wilayah kota.
“Pendataan dilakukan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), serta melibatkan kecamatan, kelurahan, dan mitra terkait. Para enumerator juga telah dibekali pelatihan khusus mengenai tata cara pengisian data sesuai standar BPS,” jelasnya.
Dalam proses pendataan, para petugas diminta bekerja secara profesional dan independen, tanpa terpengaruh oleh pihak mana pun, termasuk tokoh masyarakat, RT, maupun kepentingan lainnya.
“Kalau ada arahan atau usulan dari pihak luar, tetap harus diverifikasi di lapangan. Tidak boleh langsung dipercaya sebelum dipastikan kebenarannya,” tegas Edy.
Selain itu, perubahan kondisi warga juga menjadi perhatian, seperti warga yang telah meninggal dunia, pindah domisili, atau sudah mengalami graduasi ekonomi karena kondisi keuangan membaik. Sebaliknya, warga yang baru jatuh miskin akibat bencana atau sakit berat dapat diusulkan masuk dalam data baru.
Para enumerator telah dibekali surat tugas dan surat keputusan (SK) resmi dan saat ini telah mulai melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga di Balikpapan. “Dengan mekanisme ini, kita berharap data yang dihasilkan benar-benar valid dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur