Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Yudi Hardiana mengatakan ada tiga faktor yang menjadi aktornya. faktor pertama yang mendorong peningkatan volume lalu lintas adalah arus jamaah dan pengunjung yang menuju Kalimantan Selatan maupun sebaliknya. "Tol IKN menjadi alternatif jalur yang dinilai lebih cepat dan nyaman dibandingkan jalur non-tol," kata Yudi kepada Korankaltim.com Rabu (12/12)
Selain merupakan jalan darat yang mendekatkan Balikpapan dengan PPU, Tol IKN juga merupakan alternatif terdekat untuk menuju Kalimantan Selatan, dimana pada akhir tahun di Provinsi itu ada agenda akbar yakni haul ulama besar Guru Sekumpul di Martapura. Karena itu volume kendaraan yang melintas bisa cukup tinggi meskipun pihaknya belum menetapkan angka pasti jumlah kendaraan yang melintas.
“Kalau berbicara prediksi, animo masyarakat kami rasa cukup besar. Akhir Desember ini ada agenda besar di Kalimantan Selatan, yakni Haul Guru Sekumpul pada 28 Desember. Itu tentu akan berdampak pada pergerakan masyarakat yang melintasi Tol IKN,” ujar Yudi.
Selain itu dibukanya akses tol menuju kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama pada masa libur panjang.
“Sekarang ini kawasan inti IKN juga mulai menjadi potensi destinasi baru. Banyak masyarakat yang ingin melihat langsung perkembangan IKN, sehingga kemungkinan besar mereka akan memanfaatkan Tol IKN,” jelasnya.
Faktor ketiga yang turut mendorong tingginya minat pengguna, lanjut Yudi, adalah kondisi ruas tol yang dinilai cukup representatif meski masih dalam tahap fungsional. Hal ini memunculkan rasa ingin mencoba dari masyarakat.
“Biasanya masyarakat ingin mencoba pengalaman melintas di jalan tol baru, apalagi ini tol menuju IKN. Potensinya cukup besar,” sebut Yudi.
Bila melihat pada periode lebaran lalu, yang dibuka mulai 24 Maret hingga 31 Maret, tol itu dilintassi sebanyak 11.948 kendaraan. Angka itu merupakan keseluruhan yang melintas baik dari Balikpapan menuju PPU maupun arah sebaliknya.
Kendati demikian, dengan kombinasi tiga faktor tersebut, agenda keagamaan besar, potensi wisata IKN, dan rasa penasaran masyarakat, Yudi menilai volume kendaraan yang melintas selama periode Nataru kemungkinan akan meningkat signifikan.
“Kami belum mengunci angka, tapi kami prediksi kendaraan yang masuk Tol IKN selama periode Nataru ini akan cukup banyak,” tutup Yudi.
Editor: Aspian Nur