Aksi kemanusiaan bertajuk “Bantu Mereka yang Membutuhkan” ini diinisiasi oleh gabungan organisasi mahasiswa Universitas Balikpapan sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana besar yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera dan meninggalkan dampak kemanusiaan berkepanjangan.
Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Balikpapan, Raihan Anandana, mengatakan aksi tersebut merupakan panggilan moral bagi mahasiswa untuk turut hadir membantu sesama.
“Kami dari Organisasi Mahasiswa se-Universitas Balikpapan menginisiasi aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana besar yang dialami saudara-saudari kita di Sumatera. Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk peduli dan membuka mata terhadap kondisi yang terjadi di sana,” ujar Raihan, Minggu (14/12/2025).
Sebelum menggelar aksi di ruang publik, Ormawa UNIBA terlebih dahulu membuka posko penggalangan dana di lingkungan Kampus Universitas Balikpapan sejak Rabu (3/12/2025) hingga Jumat (12/12/2025), Bantuan yang dihimpun meliputi uang tunai, sembako, serta pakaian layak pakai.
Raihan menjelaskan, pendirian posko di Lapangan Merdeka dilakukan untuk memperluas jangkauan partisipasi masyarakat Kota Balikpapan.
“Karena ini merupakan inisiasi Ormawa UNIBA dan hasil kesepakatan bersama, kami mendirikan posko di titik ramai kota, tepatnya di Lapangan Merdeka, agar masyarakat di luar kampus juga bisa terlibat dalam aksi kemanusiaan ini,” jelasnya.
Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ribuan warga yang memanfaatkan akhir pekan di kawasan Lapangan Merdeka tampak antusias memberikan sumbangan bagi korban bencana di Sumatera.
Untuk memaksimalkan hasil penggalangan dana, panitia membagi relawan ke beberapa titik di sekitar kompleks Lapangan Merdeka.
“Kami menurunkan sekitar 50 hingga 60 relawan dari berbagai Ormawa UNIBA dan membaginya ke beberapa titik agar penggalangan dana berjalan optimal dan manfaatnya bisa lebih besar bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” kata Raihan.
Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan dikonversi ke dalam bentuk bantuan logistik, khususnya makanan siap saji yang mudah dikonsumsi dalam kondisi darurat.
“Hasil penggalangan dana akan kami wujudkan dalam bentuk bahan makanan siap saji, seperti sarden kaleng, biskuit, susu kaleng, dan kebutuhan lain yang mudah dikonsumsi saat kondisi darurat,” imbuhnya.
Selain sebagai aksi kemanusiaan, Raihan berharap kegiatan tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap kebijakan lingkungan serta kolaborasi semua pihak dalam pemulihan alam pascabencana.
“Peristiwa ini adalah peringatan dari alam. Kita dianugerahi kekayaan alam yang besar, namun bukan untuk dieksploitasi secara bebas. Pengawasan terhadap kebijakan lingkungan harus diperketat, dan saya berharap pemerintah bersama para pemangku kepentingan dapat bahu-membahu memperbaiki serta membangun kembali alam yang telah rusak,” pungkasnya.
Editor: Erwin