Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Perdagangan (Mendag) kepada pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan bahwa instruksi Mendag menekankan tiga hal utama. Ketersediaan stok komoditas pangan, harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta kelancaran distribusi di lapangan.
“Kerja sama dengan distributor menjadi bagian penting untuk menjaga pasokan dan memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. Ini sejalan dengan arahan Mendag,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, Balikpapan memiliki keunggulan strategis sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur. Dukungan dua pusat distribusi besar baik dari kalangan distributor maupun badan usaha membuat kebutuhan pangan di kota Balikpapan relatif aman, bahkan saat menghadapi tantangan di lapangan.
Menurutnya, komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan cabai berada pada kondisi yang cukup. Sementara potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan terus dimonitor agar tidak mengganggu keterjangkauan masyarakat.
Haemusri juga menanggapi persoalan cuaca ekstrem yang biasanya terjadi pada Desember. Ia memastikan, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan serius karena para distributor dapat menyesuaikan pola pengiriman berdasarkan cuaca.
“Pengiriman tetap dapat dipercepat saat cuaca mendukung. Jadi suplai untuk Balikpapan bisa tetap terjaga,” jelasnya.
Sebagai upaya menahan tekanan harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Disdag akan menggelar pasar murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada 9–15 Desember 2025 di Pasar Inpres Kebun Sayur.
“Seluruh distributor dilibatkan agar harga komoditas tetap stabil dan mudah dijangkau masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin