Selain menelan ratusan korban jiwa, hingga kini sebanyak ratusan orang masih dalam pencarian. Ditengah situasi darurat tersebut, Polda Kaltim menegaskan kesiapan mengerahkan personelnya. Polda Kaltim, memiliki l tim pencarian dan pertolongan (search and rescue) yang berjenama tim respon bencana Brimob Polda Kaltim yang acap kali dikerahkan bila terjadi bencana di wilayahnya.
Setelah melepaskan rombongan pemberi bantuan kemanusian ke Sumatera, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan meski belum ada permintaan resmi, seluruh personel yang memiliki kemampuan pencarian dan pertolongan sudah dalam kondisi siap bila komando pengerahan dikeluarkan.
“Untuk sementara belum ada pengiriman personel, tetapi sewaktu-waktu bila dibutuhkan kami siap,” tegas Endar kepada Korankaltim.com di halaman Polda Kaltim Balikpapan Selasa (2/12/2025) pagi tadi.
Sejauh ini situasi pulau yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu masih berat. Berdasarkan data resmi Geoportal BNPB per 2 Desember 2025 mencatat 604 orang meninggal, 464 hilang, dan lebih dari 2.600 luka-luka akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang puluhan kecamatan di pesisir barat Sumatra.
Total warga terdampak mencapai 1,5 juta jiwa, dengan lebih dari 570 ribu orang terpaksa mengungsi. Ribuan rumah dilaporkan rusak dan ratusan fasilitas pendidikan hingga jembatan terdampak, membuat akses ke sejumlah wilayah terputus dan memperlambat proses pencarian.
Di tengah kondisi tersebut, Polda Kaltim memberangkatkan bantuan logistik senilai sekitar Rp1,5 Miliar untuk tiga provinsi terdampak. Bantuan yang dilepas secara simbolis itu berisi sembako, makanan kering, makanan kaleng, obat-obatan, pakaian hingga perlengkapan bayi, sebelum digabungkan dengan bantuan nasional dari Polri yang dikirimkan ke lokasi bencana. “Semoga apa yang kami kirim hari ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra. Kita ini satu bangsa Indonesia. Ketika satu merasakan susah, kita semua ikut merasakan,” ujar Endar.
Masyarakat Kaltim yang memiliki rezeki lebih untuk berpartisipasi melalui kanal-kanal donasi resmi agar penanganan bencana dapat berjalan optimal.
Selain fokus pada dukungan kemanusiaan di Sumatra, Kapolda turut mengingatkan masyarakat Benua Etam untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensi memicu banjir maupun longsor di sejumlah daerah.
Polda Kaltim bersama Kodam VI/Mulawarman, BPBD, serta instansi terkait telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kaltim.
“Kami selalu berharap tidak ada bencana terjadi di Kaltim. Namun kami juga harus siap apabila sewaktu-waktu situasi itu muncul,” sebut Endar.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Polda Kaltim juga telah melakukan apel kesiapsiagaan bencana dan kedepannya aakan menggelar simulasi penanggulangan bencana. "Rencana 6 Desember nanti kami mengadakan giat simulasi penanganan bencana untuk memastikan seluruh personel mampu bergerak cepat saat keadaan darurat terjadi," pungkas Endar.
Editor: Aspian Nur