Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sinergi DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Balikpapan” dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, DP3AKB Balikpapan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan.
Usai dialog Nelly menegaskan angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Data stunting 2023 di Balikpapan berada di angka 24 persen lebih dan ditargetkan mampu turun menjadi 19 persen pada tahun berikutnya.
Namun kondisi di lapangan justru menunjukkan kenaikan lima persen pada tahun 2024. “Ini menjadi PR besar bagi kita semua. Karena itu, Komisi IV mengambil kajian khusus terkait stunting tahun ini. Kami belajar ke beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bogor dan Deli Serdang yang sukses menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujar Nelly kepada Korankaltim.com.
Contohnya di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang berhasil menurunkan angka stunting dari 33,3 persen pada 2023 menjadi 14 persen pada tahun berikutnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut karena program tidak hanya dijalankan satu OPD pengampu, melainkan melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah secara terpadu. “Era sekarang bukan lagi era Superman tapi Super Team. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” tegas Nelly.
Pada kegiatan tersebut DKK juga memaparkan satu diantara penyumbang tingginya angka stunting adalah banyaknya kelahiran dari pernikahan dini. Karena itu, dialog dilakukan di sekolah untuk memberikan edukasi langsung kepada remaja.
“Kami ingin anak-anak memahami batas usia pernikahan sesuai undang-undang dan fokus pada pendidikan serta cita-cita. Karena mereka adalah generasi penerus kita,” kata Nelly.
Pendidikan merupakan kunci perubahan nasib bagi setiap anak. Karena itu, ia mendorong pendekatan pencegahan stunting melalui penyadaran sejak dini.
“Pendidikan yang diberikan orang tua dan sekolah adalah pondasi utama. Stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi soal masa depan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur