Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kaltim bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Balikpapan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Samboja, Kamis (13/11/2025) pagi, adalah Khairul Anam.
Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kaltim Kombes Pol dr. Drg. Nelson Situmorang, saat digelarnya jumpa pers di auditorium Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, Kamis sore.
Nelson menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara hati-hati melalui serangkaian pemeriksaan medis forensik yang membandingkan data ante-mortem (data korban sebelum meninggal) dan data post-mortem (data hasil pemeriksaan jenazah).
“Kami melakukan pencocokan antara data yang dikumpulkan dari orang tua dan keluarga korban dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan. Hasilnya menunjukkan kecocokan penuh. Maka kami simpulkan, jenazah tersebut teridentifikasi positif sebagai Khairul Anam,” ungkap Nelson di hadapan awak media.
Data ante-mortem yang dikumpulkan tim terdiri dari sejumlah informasi pribadi dan fisik korban, mulai dari ciri pakaian terakhir yang digunakan, tanda-tanda khusus pada tubuh, hingga keterangan dari teman dan keluarga yang terakhir kali melihat korban sebelum hilang.
“Dari properti pakaian, seperti celana dalam, celana pendek, dan kaus yang dipakai korban saat terakhir kali terlihat di pantai, semuanya cocok dengan yang melekat pada jenazah,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan forensik juga mencatat sejumlah tanda pada tubuh yang memperkuat hasil identifikasi. Meski kondisi jasad sudah mengalami perubahan akibat terendam di laut selama beberapa hari, namun ciri-ciri sekunder masih bisa dikenali dan dibandingkan dengan keterangan keluarga.
“Secara kasat mata memang sulit dikenali karena jenazah sudah mengalami pembusukan alami. Namun secara ilmiah, hasil pencocokan menunjukkan kecocokan yang kuat,” pungkasnya.
Editor: Erwin