Kondisi curah hujan yang tinggi membuat beberapa titik di wilayah perbukitan kota mengalami pergerakan tanah dan menimbulkan longsoran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan Dody Setiawan mengungkapkan mereka menerima lebih dari sepuluh laporan kejadian dalam sebulan terakhir yang mayoritas merupakan peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan permukiman padat.
“Memang terakhir ini sering terjadi banjir dan tanah longsor. Kami bahkan menerima laporan lebih dari 10 kejadian dan paling banyak itu tanah longsor,” ujar Dody kepada Korankaltim Selasa, (4/11/2025).
Kondisi geografis Balikpapan yang memiliki banyak kawasan perbukitan menjadi faktor utama tingginya potensi longsor. Apalagi, sebagian besar masyarakat sudah bermukim di daerah rawan tersebut. “Balikpapan ini memang punya potensi longsor cukup tinggi karena banyak permukiman berdiri di wilayah perbukitan. Saat curah hujan tinggi, risiko pergerakan tanah meningkat,” jelasnya.
Meski begitu, Basarnas memastikan seluruh personel dan peralatan utama pencarian serta penyelamatan (search and rescue/SAR) tetap dalam kondisi siaga. Dody menyebut, kesiapan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan.
“Basarnas siap siaga dan mendukung sepenuhnya penanganan situasi kedaruratan, khususnya akibat bencana hidrometeorologi. Kami siagakan SDM dan alat utama pencarian serta penyelamatan. Kalau penempatan khusus tidak ada karena ini memang sudah tugas rutin, jadi kami lebih meningkatkan kesiapsiagaan saja,” sebut Dody.
Selain Balikpapan, beberapa wilayah di Kalimantan Timur juga mengalami kondisi serupa. Kota Samarinda dan Kabupaten Mahakam Ulu menjadi daerah yang paling sering melaporkan kejadian banjir dan tanah longsor.
“Di Kalimantan Timur, kebencanaannya lebih cenderung berupa banjir dan tanah longsor. Mahakam Ulu bahkan secara frekuensi cukup sering terjadi banjir,” ucap Dody.
Meskipun banjir kerap melanda sejumlah wilayah, namun di Balikpapan debit air cenderung cepat menurun setelah hujan reda. “Biasanya ketika hujan berhenti, air cepat surut. Tapi longsor yang perlu diwaspadai karena bisa terjadi tiba-tiba,” tambahnya.
Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi situasi darurat. Layanan panggilan darurat nasional 115 bisa diakses kapan saja, dan laporan secara otomatis akan diteruskan ke kantor Basarnas terdekat sesuai lokasi pelapor. “Kami harap masyarakat tetap waspada dan segera melapor bila terjadi keadaan darurat. Basarnas akan langsung merespons melalui jaringan 115,” tutup Dody.
Editor: Aspian Nur