Kobaran api tampak menjalar ke sayap pesawat. Beberapa penumpang terlihat tergeletak di area sekitar, sebagian lainnya berusaha menyelamatkan diri. Petugas pemadam kebakaran bandara segera bergegas ke lokasi dan melakukan penyemprotan menggunakan foam untuk memadamkan api.
Asap tebal memenuhi area runway sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan. Setelah situasi dinyatakan aman, petugas gabungan melakukan proses evakuasi terhadap korban yang selamat maupun yang mengalami luka berat.
General Manajer Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Novi Handono menerangkan kejadian itu bermula saat pesawat sky airline dari rute Cengkareng menuju Balikpapan yang membawa 117 orang
"Disampaikan dari pilot ke tower sekitar pukul 19.55 WITA pesawat itu mengalami permasalahan pada mesin, kemudian dari tower menyampaikan ke kami sehingga kami melakukan siaga 2," ujarnya seusai simulasi.
Bersamaan dengan itu pesawat melakukan full dumping di posisi F6, namun pesawat mengalami swing ke arah kanan di run way 07. Pukul 20.00 WITA.
"Dan kami mendapatkan info crash dan kami langsung mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) dan memanggil pihak ATC (Air Traffic Control, red). Proses evakuasi dinyatakan selesai pukul 20.44 WITA. Dan 7 orang dinyatakan tewas," katanya.
Namun, kejadian mencekam itu bukanlah insiden nyata. Semua merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) atau Full Scale Exercise yang digelar oleh PT Angkasa Pura Indonesia Regional VI di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
CEO Regional VI Angkasa Pura Indonesia Farid Indra Nugraha menjelaskan, latihan skala penuh ini merupakan agenda rutin untuk menguji kesiapan seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lingkungan bandara, mulai dari kecelakaan pesawat hingga ancaman keamanan.
“Latihan ini merupakan hasil perencanaan matang yang sudah disusun selama tiga hari. Tujuannya untuk memastikan semua unsur, baik fasilitas, SDM, maupun koordinasi antarlembaga, siap menghadapi keadaan darurat,” jelasnya.
Farid mengatakan, latihan ini melibatkan lebih dari 400 personel dari berbagai instansi, di antaranya TNI AU Lanud Dhomber, TNI AD Yon Zeni Tempur 17/A, Polresta Balikpapan, Kodim Balikpapan, Basarnas, BPBD, rumah sakit di sekitar kota, serta personel internal Bandara SAMS.
“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan SOP berjalan, fasilitas siap, SDM tanggap, dan koordinasi antarinstansi berjalan lancar,” tegasnya.
Farid menjelaskan, latihan kali ini mengusung tiga skenario utama, yakni Aircraft Accident Exercise, Airport Disaster Exercise, dan Airport Security Exercise.
Dalam simulasi tersebut, petugas bandara langsung melakukan prosedur tanggap darurat, mulai dari pemadaman api menggunakan foam, penyelamatan penumpang yang terjebak di dalam kabin, hingga penanganan korban luka berat dan ringan di posko medis darurat.
Farid menambahkan, kegiatan ini menjadi latihan skala penuh pertama setelah proses merger Angkasa Pura I dan II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia, sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap kesiapan sistem tanggap darurat di bandara.
“Semua tidak akan berjalan baik tanpa komunikasi. Karena itu, latihan ini juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh. Penilai berasal dari internal kami dan juga dari kantor pusat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap operasional bandara. Melalui latihan besar ini, Bandara SAMS Sepinggan ingin memastikan seluruh unsur pendukung keselamatan penerbangan siap siaga menghadapi berbagai skenario terburuk.
“Tujuannya satu, memastikan semua pihak sigap dan tanggap sehingga keselamatan pengguna jasa penerbangan di Balikpapan benar-benar terjamin,” tutupnya.
Editor: Erwin