Kondisi itu memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, fenomena cuaca dan iklim, di sejumlah wilayah Kota Beriman.
Di Kelurahan Damai, Balikpapan Kota, dua fasilitas pelayanan masyarakat terdampak cukup parah. Peristiwa pertama terjadi di RT 27 Perumahan Bukit Siaga Indah, saat tebing di belakang Musala Al-Baraqoh mengalami longsor akibat tanah jenuh air. Material tanah menerjang bangunan musala dan menyebabkan retakan pada dinding serta lantai ditempat ibadah umat Islam tersebut.
Lurah Damai Kanti Suharjo kepada Korankaltim.com siang tadi menjelaskan, akibat kejadian itu membuat proses belajar mengaji dihentikan dan sekitar 40 santri dievakuasi ke rumah pengasuh karena lokasi dinilai masih rawan longsor susulan.
"Sebagai tindak lanjut, kami telah berkoordinasi dengan LPM, Komisi III DPRD dan BPU untuk langkah penanganan awal. Kami imbau sementara dialihkan dulu, karena kondisi lereng masih labil,” kata Suharjo.
Tak hanya longsor kecil, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan sebuah pohon besar tumbang di RT 33 dan menimpa bangunan Posyandu di lokasi yang sama. Sebagian atap rusak dan layanan kesehatan ibu dan anak yang biasa dilaksanakan di lokasi tersebut terpaksa dihentikan sementara. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun aktivitas pelayanan disetop hingga perbaikan selesai," sebut Suharjo lagi.
Petugas UPTD Balikpapan Kota melakukan pemotongan batang pohon yang menutup area bangunan. Proses berlangsung cukup lama mengingat ukuran pohon besar dan pangkalnya sudah rapuh akibat rembesan air hujan.
Sebelum kejadian itu pada Kamis malam tadi bencana banjir juga melanda sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Berdasarkan laporan patroli Pammat Ditsamapta Polda Kaltim, genangan terjadi di kawasan MT Haryono hingga Simpang Beller hingga di kawasan simpang masuk menuju Gran City.
Editor: Aspian Nur