Wakil Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Balikpapan Krany Febiola Devi menjelaskan, ketersediaan stok darah harus selalu dijaga karena permintaan datang dari berbagai rumah sakit maupun kondisi darurat.
“Permintaan itu bisa tembus 50 kantong lebih dalam sehari, baik untuk pasien reguler maupun kasus cito atau gawat darurat,” jata Krany kepada Korankaltim.com Rabu (22/10/2025).
Jumlah itu masih dibawah rata-rata jumlah pendonor yang datang yaitu sebanyak 60 orang setiap harinya sehingga stok harian masih terjaga dalam kondisi aman. "Jadi kami harus jaga, stok per hari harus lebih dari 50 kantong, bersyukurnya jumlah pendonor juga tinggi," sebutnya.
Meski stok darah saat ini cukup untuk golongan A, B, O maupun AB, golongan AB menjadi yang paling langka dan dibutuhkan di Kota Beriman.
“Jadi kalau ada masyarakat yang memiliki golongan darah AB, kami sangat berharap bisa rutin mendonorkan darahnya,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi dari kebutuhan mendesak tersebut, PMI Balikpapan pun harus berinovasi salah satunya dengan menyiapkan grup khusus berisi pendonor AB.
“Kalau ada pasien darurat yang membutuhkan AB, kami langsung hubungi pendonor yang terdaftar dalam grup tersebut sehingga bisa segera datang,” tambah Krany.
Kebutuhan darah terbesar biasanya berasal dari pasien operasi sesar maupun tindakan medis mendesak lainnya. “Satu pasien operasi sesar bisa memerlukan hingga empat kantong darah,” jelasnya.
Selain darah utuh (whole blood), trombosit juga menjadi salah satu komponen yang paling sering diminta, terutama pada pasien demam berdarah. Namun masa simpannya jauh lebih singkat, hanya sekitar satu pekan, sehingga perputarannya cepat.
“Bila dibandingkan beberapa tahun lalu, jumlah pendonor meningkat cukup signifikan. Tahun lalu jumlahnya hanya sekitar seribu sekian, sekarang sudah mencapai sekitar dua ribu pendonor,” papar Krany.
Peningkatan ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah, terutama untuk golongan AB yang langka.
Editor: Aspian Nur