Dalam kondisi kacau, petugas keamanan mendapati pula benda mencurigakan yang diduga bom tergeletak di salah satu titik strategis. Namun, ketegangan tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan bagian dari simulasi gabungan yang digelar Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur bersama Pertamina
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai menyebut latihan ini menjadi bagian penting dari strategi pengamanan jangka panjang.
“Objek vital nasional seperti kilang minyak adalah tulang punggung energi nasional yang tidak boleh terganggu. Latihan rutin ini memastikan setiap personel berada dalam kondisi prima, siap bertindak cepat, tepat, dan efektif saat menghadapi situasi krisis,” kata Andy kepada Korankaltim.com disela kegiatan latihan.
Ancaman terhadap obvitnas tidak hanya datang dalam bentuk kerusuhan massa, tetapi juga berpotensi muncul dalam wujud non-konvensional seperti terorisme dan sabotase. "Karena itu, kerja sama erat antara aparat keamanan dan pihak Pertamina menjadi benteng pertahanan utama," tuturnya.
Dalam simulasi tersebut personel Brimob telah siaga penuh di lokasi sejak oagi. Satuan Setingkat Kompi (SSK) Peleton Anti Huru-Hara (PHH) juga dikerahkan untuk menghadang massa yang berusaha menembus barikade.
Suara peluit, tembakan gas air mata dan formasi tameng membuat simulasi semakin terasa nyata. Di sisi lain, Unit K9 Samapta bergerak cepat menyisir area untuk memastikan tidak ada bahan peledak tersembunyi.
Ketegangan meningkat ketika sebuah benda mencurigakan ditemukan di sekitar pintu masuk fasilitas. "Kami juga menampilkan bila terjadi ancaman berupa bom," sebut Andy lagi.
Detasemen Gegana segera diterjunkan, dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) melengkapi pakaian khusus dan peralatan canggih. Semua mata tertuju pada proses evakuasi benda berbahaya itu, yang akhirnya berhasil diamankan dengan prosedur standar.
Tidak berhenti disitu, Unit Wanteror Gegana juga ikut dilibatkan untuk menanggulangi skenario ancaman teror yang bisa muncul sewaktu-waktu. "Semua diskenariokan secara nyata sesuai dengan ancaman yang bisa didapatkan," tutup Andy.
Editor: Aspian Nur