Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan Jen Supriyanto menjelaskan, genangan di kawasan tersebut masih terjadi akibat adanya penyempitan saluran khususnya di sekitar lampu merah Warung KPK, yang saat ini sedang dalam proses penataan.
"Air naik karena saluran di ujung masih menyempit, itu yang sedang kami tangani. Saat ini, kami juga mengerjakan segmen baru sepanjang 250 meter sebagai kelanjutan dari proyek sebelumnya," jelas Jen kepada Korankaltim.com.
Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pemasangan box culvert atau saluran beton pracetak serta penataan ulang trotoar. Desainnya akan menyerupai saluran di depan kawasan Mie Gacoan, tertutup dengan trotoar di atasnya.
"Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan total anggaran sekitar Rp10 Miliar dan saat ini baru mencakup hingga area depan dealer Toyota," tambah Jen.
Saluran yang diperbaiki merupakan saluran induk dari wilayah Ampal. Selain memperbesar dimensi, model konstruksi juga disesuaikan dengan kondisi tanah setempat.
"Tanah di lokasi jenuh air, jadi kami gunakan sistem precast di bagian bawah, dan bagian atas dicor manual di lokasi. Saluran yang semula berbentuk V diubah menjadi saluran U tegak dengan lebar 5,7 meter dan tinggi 4 meter," paparnya.
Untuk mendukung kelancaran pengerjaan proyek, DPU Balikpapan juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PLN, Dinas Perhubungan, dan PDAM yang memiliki jaringan utilitas di sekitar lokasi.
"Proyek ini dilanjutkan bukan oleh PT Fahreza, tetapi oleh kontraktor baru, yakni PT Arshaka Karya Gemilang. Saat ini proses pembuatan precast juga sudah dilakukan di luar lokasi," tutup Jen.
Editor: Aspian Nur