Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Wali Kota Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Klandasan Ulu itu dilakukan usai upacara Hari Lahir Pancasila sebagai bentuk dorongan terhadap semangat nasionalisme yang mana bendera itu dibagikan kepada pengguna jalan, termasuk bendera kecil untuk pengendara motor.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan Sutadi menjelaskan, pembagian bendera itu merupakan bagian dari gerakan nasional pembagian bendera yang diinisiasi pemerintah sebagai pengingat nilai-nilai kebangsaan. “Ini bukan hanya sekadar seremoni. Pembagian bendera ini menjadi ajakan terbuka untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa dan menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” jelas Sutadi kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Melalui kegiatan ini pihaknya ingin mempertegas nasionalisme bukan hanya ditunjukkan saat momen tertentu, melainkan perlu terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat memahami kalau mencintai tanah air bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati simbol-simbol negara. Bendera ini adalah pengingat akan jati diri bangsa,” tegasnya.
Sutadi juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan serupa, tidak hanya oleh instansi pemerintah, tetapi juga oleh komunitas, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat.
“Siapa pun bisa ikut berkontribusi. Cukup dengan membagikan satu bendera saja, itu sudah menjadi bentuk nyata kecintaan pada bangsa,” ucapnya.
Diharapkan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan, sekaligus mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas, yang mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila secara utuh di tengah masyarakat,” tutup Sutadi.
Editor: Aspian Nur