Koordinator Keselamatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Bambang Eka Satria mengapresiasi atas pencapaian nihil kecelakaan (zero accident) kepada PHM dan PT Meindo Elang Indah selama penyelesaian tahap fabrikasi dan commissioning Proyek SNB AOI.
"Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan karena seluruh pihak yang terlibat di proyek ini mampu menjaga dan mempertahankan zero accident. Saya juga berharap agar di proyek selanjutnya senantiasa mengutamakan keselamatan kerja dengan tetap bersemangat mendukung target produksi nasional," kata Bambang dalam rilis tertulis PHM, Senin (26/5/2025).
Kepala Departemen Pengelolaan Proyek Divisi Manajemen Proyek SKK Migas Kosario M. Kautsar menambahkan, keberhasilan sail away dan peresmian first cut of steel Proyek Manpatu ini mencerminkan kekuatan kolaborasi dan integritas dalam pelaksanaan proyek hulu migas.
"Kami berharap semua pihak dapat terus menjaga momentum positif ini demi pemenuhan target kebutuhan energi nasional," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PHI Sunaryanto menyampaikan, keberhasilan dua proyek ini merupakan buah strategi pengelolaan sumber daya migas yang terintegrasi. Menurutnya, percepatan proyek-proyek strategis seperti SNB AOI dan Manpatu akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan cadangan dan produksi migas nasional.
"Kedua proyek ini adalah bentuk nyata dari komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dan menjawab tantangan energi masa depan dengan mengutamakan aspek keberlanjutan, teknologi, dan sinergi antar lini bisnis," kata Sunaryanto.
Proyek SNB AOI merupakan proyek pengembangan lapangan lepas pantai (offshore) Sisi Nubi, 25 km lepas pantai dari Delta Mahakam di Kaltim, dengan kedalaman air mencapai 60-80 meter. Proyek ini merupakan proyek penting untuk meningkatkan produksi gas dan minyak (kondensat) dengan kapasitas desain rata-rata 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) per platform. Tahap pengeboran rencananya dilaksanakan pada semester II 2025 dengan target onstream pada kuartal IV 2025.
General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyampaikan komitmen untuk menjalankan operasi migas yang selamat, efektif, unggul dan ramah lingkungan sehingga terus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional secara signifikan dan berkelanjutan.
"PHM terus berinvestasi dalam kegiatan pengeboran eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan migas untuk menemukan sumber daya baru serta mempertahankan tingkat produksi," imbuhnya.
Strategi tersebut sekaligus mendukung amanat Asta Cita Pemerintah Indonesia demi terwujudnya swasembada energi.
"Kami menerapkan praktik-praktik terbaik untuk mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah agar dapat mendukung tercapainya ketahanan energi Indonesia," tutur Setyo.
Proyek Manpatu merupakan pengembangan lanjutan dari temuan sumur eksplorasi Manpatu di Lapangan South Mahakam, sekitar 35 km sebelah tenggara Kota Balikpapan atau 60 km sebelah selatan Terminal Senipah. Klaster South Mahakam terdiri dari empat lapangan gas yang sudah berproduksi, yaitu Lapangan Stupa, Mandu, Jempang-Metulang dan Jumelai, dengan kedalaman air berkisar 45–60 meter.
Anjungan Manpatu akan dibangun di atas lokasi sumur MPT-1X dengan pipa penyalur sekitar 3 km yang disambung ke anjungan eksisting, yaitu MD-1, dengan target produksi mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kedua proyek itu merupakan bagian dari upaya PHM untuk menjaga dan meningkatkan produksi gas nasional. (*/kk)