Ditegaskannya, perjalanan tersebut bukan untuk berlibur, melainkan mendampingi anaknya yang akan memulai studi di Kaplan International College.
Pernyataan ini disampaikan menyusul kritik dari anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, yang menyinggung kepergian Rahmad ke luar negeri di tengah situasi kelangkaan BBM yang dirasakan warga Balikpapan.
“Perlu diluruskan, saya tidak sedang berlibur. Keberangkatan saya ke London untuk mengurus keperluan pendidikan anak saya yang masih berusia 18 tahun dan harus didampingi orangtua sesuai aturan setempat,” ujar Rahmad kepada Korankaltim.com Jumat (23/5/2025) petang kemarin.
Perjalanannya telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri serta persetujuan dari Gubernur Kalimantan Timur. Surat persetujuan dengan nomor 857/1435.e/SJ menyebut kepergian tersebut tergolong alasan penting.
Rahmad berangkat ke London sejak Selasa (13/5/2025) pekan lalu sementara isu distribusi BBM di Balikpapan baru terjadi pada Sabtu (17/5/2025).
Begitu mendapat informasi mengenai kesulitan masyarakat mengakses BBM, ia segera mempercepat kepulangannya ke Indonesia Minggu (18/5/2025), meskipun urusan keluarga belum rampung.
Selama dalam perjalanan pulang, Rahmad mengaku terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga untuk menangani masalah distribusi BBM. “Saya langsung menghubungi GM Patra Niaga. Saya minta segera disuplai BBM jenis pertamax ke SPBU di Balikpapan malam itu juga. Dan Alhamdulillah, pada Senin (19/5/2025) dini hari, BBM mulai terdistribusi dari Samarinda,” ungkap Rahmad.
Yang terjadi bukan kelangkaan BBM, melainkan keterlambatan distribusi. “Kalau langka itu artinya tidak ada barangnya. Ini hanya masalah pendistribusian yang terlambat,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur