Antrean yang semula mengular panjang kini berangsur-angsur berkurang kepadatannya dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.
Pantauan Korankaltim.com di lapangan menunjukkan antrean kini hanya mencapai sekitar 100 hingga 150 meter, jauh lebih pendek dibandingkan dengan kondisi pada hari-hari sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari satu kilometer.
Pada Selasa (20/5/2025) malam tadi sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WITA, antrean masih terlihat sangat panjang.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi antrean di sejumlah SPBU dan menyampaikan kondisi antrean sudah mulai berangsur normal, meskipun pihak kepolisian tetap mengawasi situasi di setiap SPBU.
"Antrean sudah mulai landai, tidak seheboh kemarin. Kami juga telah menurunkan sejumlah personel untuk mengatur arus lalu lintas di setiap SPBU," ungkap Anton.
Meskipun kondisi mulai membaik, dirinya mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ia mengimbau pengusaha SPBU agar lebih waspada terhadap praktik pengetap atau penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat. "Kami terus mengingatkan agar pihak SPBU menjaga situasi ini. Kami juga mewaspadai adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kelangkaan BBM ini," tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran proses pengisian BBM dan kenyamanan masyarakat, pihak kepolisian terus menjaga pengamanan di sekitar SPBU. Penataan arus lalu lintas dan pengawasan terhadap kegiatan di SPBU akan terus dilakukan agar masyarakat bisa dilayani dengan baik dan terorganisir.
"Pengamanan di sekitar SPBU akan terus kami lakukan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat mendapatkan BBM dengan aman dan nyaman," sebut Anton lagi.
Anton mengimbau kepada masyarakat Balikpapan untuk tetap tenang dan tidak panik membeli BBM dan meyakinkan situasi akan segera kembali normal. "Saat ini, seluruh SPBU di Kota Balikpapan masih dalam pengawasan kami. Kami pastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh BBM," tegas Anton.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dan normalisasi antrean, diharapkan situasi BBM di Balikpapan dapat segera pulih sepenuhnya.
Editor: Aspian Nur