Salah satu persiapan utama adalah pelaksanaan ramp check atau pemeriksaan kelayakan transportasi laut, baik dari segi fisik maupun administrasi di Pelabuhan Speedboat Kampung Baru.
Plt. Kepala Dishub Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran telah terpenuhi, termasuk kelayakan kapal dan kesehatan pengemudi.
“Pemeriksaan pertama yang kami lakukan meliputi kondisi speedboat, kelengkapan,serta perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, mesin dan lampu,” ujar Zulkifli, Minggu (23/3/2025).
Tak hanya itu, Dishub Balikpapan juga memastikan kesehatan motoris speedboat, karena faktor ini sangat vital untuk menjaga keselamatan serta kelancaran pelayaran. “Ini adalah hal mendasar, namun kami tidak boleh lengah,” jelasnya.
Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengawasan arus mudik jalur laut adalah kecenderungan motoris untuk membawa penumpang melebihi kapasitas.
Zulkifli mengungkapkan, meskipun pengawasan kapasitas penumpang sudah dilakukan secara rutin, masih banyak motoris yang tetap nekat mengangkut lebih banyak penumpang demi keuntungan.
“Pengawasan kapasitas penumpang sudah sering dilakukan, namun setelah pengawasan selesai, masih banyak motoris yang melanggar dengan mengangkut penumpang lebih dari batas yang ditentukan,” jelasnya.
Menanggapi prediksi jumlah pemudik yang akan melintasi jalur pelabuhan menggunakan speedboat, klotok, maupun feri, Zulkifli memperkirakan jumlah pemudik tahun ini akan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi jalur darat yang semakin membaik.
Selain itu, kabar mengenai pembukaan jalan tol IKN satu arah selama musim mudik dapat mempermudah pemudik dari Kalimantan Selatan untuk bepergian dengan lebih cepat dan nyaman.
“Jika tol benar-benar dibuka, kemungkinan besar pemudik dari Kalimantan Selatan akan lebih memilih jalur tersebut,” pungkasnya.
Editor: Erwin