Penyerahan dan penanaman bibit mangrove tersebut oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU 5 Balikpapan yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur. Tampak juga perwakilan dari DLH Kota Balikpapan, Lurah Graha Indah dan Lurah Kariangau.
Pjs General Manager PT KPI RU 5 Balikpapan, Novie Handoyo Anto menyampaikan bahwa mereka menerima bibit mangrove dari DLH Kaltim yang merupakan titipan Paus Fransiskus. "Alhamdulillah, sudah kami terima dan kami tanam. Ada 100 bibit," kata Novie, Rabu (11/12/2024).
Selain itu, bibit mangrove lainnya juga mereka tanam pada kawasan konservasi. "Tentunya menjadi salah satu kegiatan kami," ucapnya.
Novie menginginkan penanaman bibit mangrove menjadi salah satu edukasi kepada peserta didik agar peduli dan mencintai lingkungan. Terlebih, bibit mangrove yang telah tertanam juga membutuhkan perhatian dan perawatan khusus.
"Tidak seperti pohon yang lain. Peluang hidup mangrove hanya 60 persen ketika sudah tertanam. Tentunya kami ingin bibit mangrove ini bisa tumbuh," harapnya.
Ia juga mendorong agar semua pihak peduli dengan keberadaan ekosistem mangrove. Mengingat hutan mangrove yang tak hanya berfungsi sebagai penahan atau pemecah ombak, tetapi juga sebagai habitat fauna seperti bekantan, ikan hingga kepiting bakau.
"Mudah-mudahan, dengan berbagai metode penanaman, mangrove bisa tumbuh dan berkembang semua," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kaltim Anwar Sanusi mengapresiasi KPI RU V Balikpapan yang bersinergi dan berkolaborasi dengan sekolah dan DLH Kota Balikpapan untuk penanaman mangrove. "Paling spesial adalah kita menanam mangrove amanah dari Paus Fransiskus," timpalnya.
Selain itu, menanam mangrove turut menjadi sarana edukasi yang luar biasa kepada para pelajar. Bahkan ia meyakini langkah bersama ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.
"Menarik sekali, ada anak-anak sekolah mengelola mangrove. Maka Mari kita menjaga mangrove, karena satu daun mangrove itu menghasilkan oksigen yang luar biasa untuk kita nikmati bersama," pungkasnya. (*)
Editor: Aspian Nur