BNN Kaltim Gerebek Jaringan Narkoba Internasional di Balikpapan Barat, Beberapa Barang Bukti Belum Ditemukan
2 menit baca346 kali dibaca

2 menit baca346 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan narkoba multimodus yang beroperasi di Kampung Margasari, Balikpapan Barat, pada Kamis (5/12/2024).
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, yang turut melibatkan Polri dan Bea Cukai. Brigjen Rudi memimpin penggerebekan dengan tujuan untuk menuntaskan peredaran narkoba lintas negara tersebut.
Brigjen Rudi menjelaskan bahwa, jaringan narkoba yang mereka ungkap merupakan sindikat internasional dengan jalur distribusi dari Malaysia ke Indonesia, melalui Kalimantan Barat, Nunukan, dan akhirnya sampai di Balikpapan.
“Kami melakukan penggeledahan secara masif di tiga lokasi yang diduga masih menyimpan barang bukti dari operasi sebelumnya. Namun, beberapa barang bukti dan tersangka belum berhasil ditemukan,” ujarnya kepada awak media.
Dari operasi sebelumnya, BNN berhasil menyita 2,1 kilogram di wilayah Paser yang diduga berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui jalur tengah, yakni dari Kuching (Malaysia) menuju Kalimantan Utara.
Ia menambahkan bahwa jaringan ini memanfaatkan berbagai modus penyelundupan, salah satunya melalui perkampungan padat penduduk yang terletak di atas air, yang memungkinkan pelarian lebih cepat.
Dalam operasi tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan dengan inisial CSBD, AAR, dan satu tersangka lainnya yang belum disebutkan namanya. Namun, dua tersangka lainnya, termasuk pengendali utama yang berinisial HRS, masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Kami menduga HRS sudah melarikan diri, tetapi kami terus memperluas operasi pencarian di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat dan Nunukan,” tambah Brigjen Rudi.
Menurut Brigjen Rudi, jaringan narkoba ini menargetkan wilayah dengan daya beli masyarakat yang tinggi. Mereka memanfaatkan berbagai jalur distribusi, termasuk melalui Sulawesi, Surabaya, dan Medan, untuk memperluas peredaran narkoba.
“Operasi semacam ini akan terus dilakukan. Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak boleh kalah dalam memerangi narkoba,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, menjadi sasaran utama jaringan narkoba karena tingginya tingkat pendapatan per kapita masyarakat di daerah ini.
“Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia dan mendukung penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan narkotika,” pungkasnya.
Editor: Erwin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG