Acara ini dibuka oleh Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, mewakili Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Polresta Balikpapan, wartawan, dan influencer media sosial.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Deklarasi Pilkada Damai yang ditandai pembubuhan tanda tangan para peserta. Langkah ini menjadi simbol dukungan bersama untuk menciptakan suasana kondusif selama proses Pilkada Serentak melalui pemberitaan yang menyejukkan, berimbang, serta bebas hoaks.
Ipda Sangidun menyampaikan bahwa Pilkada Kota Balikpapan akan menjadi bagian dari Pemilu serentak pada 27 November 2024, dengan agenda Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan.
“Sinergitas antara Polri, TNI, dan media sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama dalam mendukung pemberitaan yang menyejukkan,” ujarnya, Selasa (26/11/2024).
Sangidun juga menekankan pentingnya peran masyarakat, termasuk wartawan, dalam menjaga keamanan selama Pilkada.
“Keamanan ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan suasana yang aman, akan muncul rasa saling menjaga, pemerataan ekonomi, serta mengurangi potensi pelanggaran hukum dan masalah sosial,” tambahnya.
Suyono, perwakilan dari PWI Balikpapan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebut FGD sebagai wadah strategis untuk berbagi informasi dan memperkuat hubungan antara media dan kepolisian.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pilkada serentak,” katanya.
Acara juga diisi dengan pemaparan situasi Kamtibmas oleh Staf Khusus Intelkam, Ipda Suwandi, serta diskusi terkait UU Pemilu oleh tim Gakkumdu Polresta Balikpapan.
"Kami dari Polresta Balikpapan berharap dengan kegiatan ini dapat menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara aparat dan media untuk mewujudkan Pilkada yang aman, damai, dan kondusif di Kota Balikpapan," tutupnya.
Editor: Erwin