Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengungkapkan berbagai masalah yang mereka hadapi dan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yulianto memberi jawaban terkait hal itu.
"Beberapa poin utama yang diangkat dalam pembicaraan antara lain masalah drainase di pintu masuk tol yang sering menyebabkan banjir, kebutuhan penanganan cepat terhadap risiko korsleting listrik saat hujan, permintaan kompensasi atas lahan yang berpotensi digusur, serta himbauan dari Ditlantas agar penggunaan sepeda listrik dibatasi di area perumahan demi keselamatan," ujar Yulianto kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Pembagian sembako kepada perwakilan warga sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka menutup acara ini. "Program Jumat Curhat sendiri merupakan wujud komitmen Polda Kaltim untuk lebih dekat dengan masyarakat," jelasnya.
Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian di Kalimantan Timur.
“Kami ingin memastikan setiap permasalahan di masyarakat bisa ditanggapi dengan cepat dan tepat. Kami tidak hanya mendengar, tetapi juga memberikan solusi konkret,” tutup Yulianto
Dialog dihadiri sejumlah pejabat penting dari Ditpamobvit Polda Kaltim, diantaranya Kasubdit Wisata Ditpamobvit AKBP Sunardi, Kasubdit Audit AKBP Sugeng Subagyo, Kasubdit VIP Kompol Suko Widodo, serta perwakilan dari beberapa satuan kerja Polda Kaltim seperti Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Ditbinmas, Ditpolairud dan Ditlantas.
Editor: Aspian Nur