Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty dan Kepala Dinkes Kota Balikpapan Alwiati hadir pada kegiatan ini. Sri Juliarty mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya gizi terutama pada remaja putri.
Hal tersebut menyusul remaja putri berada pada pertumbuhan yang krusial sehingga mereka memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang. "Karena tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh tetapi kesiapan mereka dimasa depan sebagai generasi penerus yang sehat dan kuat," ujar Sri.
Pada kegiatan ini, para siswi melakukan senam, makan bersama, minum tablet penambah darah serta dilakukan pengecekan hemoglobin (Hb).
Gerakan aksi bergizi ini juga menjadi bagian dari upaya yang lebih besar yang sedang dilakukan di Kota Beriman dalam konteks pemberantasan stunting. Seperti diketahui, stunting merupakan masalah serius yang bisa berdampak panjang, bukan hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga pada kemampuan kognitif anak-anak.
"Sehingga menjaga gizi sejak dini, khususnya bagi remaja putri adalah salah satu kunci untuk memutuskan siklus stunting di masyarakat," papar Sri lagi.
Para remaja putri memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang sehat karena kelak akan menjadi seorang ibu. Sehingga dengan mendapatkan pengetahuan tentang gizi yang baik, tentu akan mampu menerapkan pola hidup sehat dan membesarkan anak-anak yang bebas dari stunting kelak.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada remaja putri tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang, bukan hanya sekedar teori namun juga agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Editor: Aspian Nur