Seorang remaja berinisial AP yang berusia 17 tahun, ditemukan tewas dalam kamar sebuah konter grosir handphone pukul 05.00 WITA di Jalan Mulawarman, RT 048 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. AP ditemukan temannya yang juga bekerja sebagai penjaga malam di konter tersebut.
Menurut keterangan Nani, warga sekitar, temannya mendapati AP dengan kondisi bersimbah darah di dalam kamar tempat istirahat di konter tersebut jam lima pagi saat adzan Subuh berkumandang.
"Temannya yang melihat pertama kali lari minta tolong dan ada pak haji yang langsung menelepon polisi. Di konter hape itu mereka jaga berdua, yang satu tidur satunya lagi yang menemukan AP," kata Nani kepada Korankaltim.com.
Situasi disekitar lokasi kejadian sempat ramai karena banyaknya warga yang penasaran ingin melihat langsung peristiwa tersebut. "Tahu-tahu ramai pas mau adzan subuh saat AP sudah ditemukan meninggal," sambung Nani.
Konter hape itu buka 24 jam dengan dua penjaga laki-laki pada malam hari dan bergantian shift pagi dengan penjaga wanita pada siang hari. AP sendiri diketahui bukan warga setempat, melainkan berasal dari Lamaru, Balikpapan Timur.
"Dia cuma jaga malam dan tidak tinggal di sini. Kamarnya memang cuma buat istirahat gantian," tambah Nani.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Balikpapan, Inspektur Dua Polisi Sangidun menjelaskan, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polsek Balikpapan Timur.
"Personel kami sudah berada di lokasi kejadian sejak pagi dan melakukan sejumlah langkah, termasuk mengamankan tempat kejadian dengan police line, serta menghubungi Tim Inafis untuk melakukan olah TKP," ujar Sangidun.
Pihak kepolisian juga telah mengumpulkan beberapa barang bukti dari tempat kejadian perkara dan sedang melakukan pendalaman kasus dan meminta masyarakat untuk bersabar hingga penyelidikan selesai dan hasilnya dapat diumumkan secara resmi.
"Kami akan sampaikan lebih lanjut jika ada perkembangan baru dalam kasus ini," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus mendalami motif dan penyebab kematian AP.
Editor: Aspian Nur