Salah seorang pengunjung, Alfrida, mengungkapkan rasa gembiranya. Karena untuk pertama kalinya, ia dapat melihat dari dekat progres pembangunan IKN.
Sebelum bisa masuk ke IKN, Alfrida mengungkapkan bahwa, ia bersama 30 sanak saudaranya itu lebih dulu mendaftar melalui aplikasi "I-KNOW". Tak cukup sulit bagi Alfrida untuk melakukan registrasi pendaftaran pada aplikasi Playstore tersebut.
"Saya kemarin mendownload aplikasi I-Know itu untuk registrasi. Cukup download di Play Store, kemudian registrasi dan pilih tanggal kunjungan. Kami memilih datang hari ini, 16 September 2024," kata Alfrida.
Pembukaan kawasan ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung progres pembangunan ibu kota negara baru.
Staf Khusus Otorita IKN, Troy Pantouw menjelaskan bahwa saat ini pengunjung yang bisa masuk ke IKN dibatasi setiap hari nya. Perhari, warga dibatasi 300 kunjungan dan harus mendaftar melalui aplikasi I-Know.
"Kunjungan ini memungkinkan masyarakat melihat bagaimana pembangunan berlangsung. Untuk sementara, kuota pengunjung adalah 300 orang per hari dan akan dievaluasi terus menerus," jelas Troy.
Pengunjung diberikan waktu satu jam untuk mengeksplorasi beberapa spot penting seperti Plaza Ceremony, Forest Tree, dan Embung. Dari kejauhan, masyarakat juga bisa melihat gedung-gedung penting seperti Kemenko dan Istana Presiden. Namun, kawasan yang dapat diakses masih terbatas karena proyek pembangunan lainnya masih dalam tahap konstruksi.
“Kami ingin memastikan kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, hanya kawasan Plaza Ceremony dan Taman Kusuma Bangsa yang dibuka untuk sementara, karena proyek konstruksi di luar area tersebut masih berlangsung,” tambah Troy.
Kawasan ini dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, dan pengunjung diharapkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum datang ke IKN.
Editor: Supiansyah