Dalam rekaman video tersebut, terlihat dua sopir BCT tiba-tiba didatangi puluhan sopir angkot. Kemudian, salah satu sopir mendadak dimaki oleh beberapa orang yang tak lama korban didorong berulang kali.
Kepada media Korankaltim.com, korban intimidasi Rafi (35) mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi saat ia dan rekannya Raditia (32) baru tiba di kawasan Pelabuhan Semayang. Saat hendak saat sarapan disalah satu warung, mereka didatangi oleh sopir angkot yang langsung memaki keduanya.
"Saya bilang jangan marah sama kami, kami juga cari makan. Kalau bapak mau marah atau demo silahkan ke Pemerintah Kota atau ke Dishub," kata Rafi saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Rafi yang berupaya untuk menghindari kontak fisik pun mendapat tindakan tak mengenakkan. Di mana, salah satu sopir angkot kemudian mendorong badannyq hingga rafi hampir terjatuh, tindakan itu tak sekali saja dialami namun berulang kali.
"Dagu saya berdarah kena kuku salah satu driver. Saya sudah ingatkan jangan coba-coba sentuh kami (driver BCT). Tapi malah didorong dan ditarik-tarik," ungkapnya.
Kejadian tak mengenakkan itu lanjut Rafi terjadi hampir satu jam. Tindakan intimidasi baru berhenti saat Rafi berusaha menegaskan kepada para sopir angkot.
"Kami enggak terima, mereka tanpa bertanya main tarik-tarik kita. Padahal kami kerja aja atas perintah atasan. Kami ini pekerja," ujarnya.
Akibat tindakan tak mengenakkan itu, Rafi dan rekannya pun telah membuat laporan resmi ke Polresta Balikpapan. Rafi berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh kepolisian.
"Ada surat yang kami pegang. Kami enggak terima dibuat begini. Kami berharap laporan ditindaklanjuti oleh kepolisian," tegasnya.
Aksi intimidasi yang viral di media sosial tersebut pun telah mendapat atensi langsung dari Waka Polda Kaltim, Brigjend Pol Muhammad Sabilul Alif. Ia meminta agar semua pihak dapat menjaga ketertiban umum.
"Saya atensi kejadian ini. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Mari kita ciptakan situasi Kaltim yang aman dan damai," singkat Sabilul.
Editor: Supiansyah