Sidang perdana di IKN ini turut hadir Presiden terpilih Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala BIN, Kapolri, dan para menteri.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sidang ini memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di IKN, sebuah kota baru yang benar-benar dibangun dari nol. "Nusantara adalah kanvas yang mengukir masa depan. Tidak banyak negara yang memiliki kesempatan untuk membangun ibu kota dari awal," kata Presiden Joko Widodo dalam pembukaannya dalam sidang perdana di IKN.
Presiden menjelaskan bahwa Nusantara dibangun dengan konsep kota hutan, di mana kehijauan menjadi prioritas, berbeda dengan kota beton atau kota kaca pada umumnya. IKN dirancang sebagai smart city yang didukung teknologi di setiap aspek kehidupan, serta sebagai kota "loveable city" yang sejuk dan nyaman.
"Pagi ini, kita merasakan betapa sejuk dan segarnya udara di sini dengan indeks kualitas udara hanya enam, jauh di bawah batas maksimal 50," ungkap Presiden.
Pemindahan ibu kota ini, menurut Presiden, bukan hanya tentang memindahkan fisik, tetapi juga mengubah pola pikir, mindset, dan pola kerja. "Mobilitas di Ibu Kota Nusantara akan didukung kendaraan listrik dan energi hijau, dengan bangunan ramah lingkungan dan akses yang memprioritaskan pejalan kaki serta pesepeda," jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden juga menegaskan bahwa ekonomi di IKN akan dikembangkan dengan fokus pada ekonomi hijau dan digital.
"Ekonomi hijau, ekonomi digital, pusat data, dan pusat keuangan akan menjadi pilar utama pemerintahan di Ibu Kota Nusantara," lanjut Presiden.
Dalam konteks keuntungan bagi masyarakat Kalimantan Timur, Presiden menekankan bahwa pemindahan ibu kota ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi Kaltim, terutama di Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Pemindahan ini bukan hanya untuk pemerataan ekonomi, tetapi juga untuk mengurangi beban yang selama ini ditanggung Pulau Jawa, yang menampung 58% GDP nasional dan 56% populasi," ujarnya lagi.
Presiden juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, investasi sebesar Rp56,2 triliun telah masuk ke IKN dari 55 groundbreaking, mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ritel, logistik, hotel, energi, transportasi, perkantoran, perbankan, serta media dan teknologi.
Editor: Supiansyah