Assisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli mengatakan, mereka menginginkan agar semuanya bisa berlanjut secara mandiri dan berjalan dengan tertib. "Karena tidak mungkin Satpol PP harus jaga disana setiap hari. Kalau sekali -sekali okelah, karena pedagang gerah juga jika terus-terus dijagain," sebut Zulkifli kepada Korankaltim.com Jumat (26/7/2024) hari ini
Saat dirinya menjabat sebagai Kepala Satpol PP pada waktu itu, mereka juga sudah melakukan upaya memindahkan pedagang ke dalam gedung Pasar Pandansari namun tak berhasil karena di lantai 2 dan 3 sepi pembeli. Karena itu perlu dicarikan lagi solusinya.
Disisi lain pemkot juga pernah mendata untuk memindahkan pedagang yang berjualan diluar untuk masuk ke dalam pasar dan saat itu terdata hanya 300 pedagang. Ternyata setelah ingin masukan ke dalam pasar jumlah pedagang membengkak jadi 700 pedagang membuat tempat yang disiapkan kurang.
"Kami maunya pedagang disana kalau memang kompak kedalam sama-sama kompak, tidak usah membawa temannya yang sudah tidak jualan lagi ke dalam," ujar Zulkifli lagi.
Disinggung mengenai adanya isu lapak yang yang berada di dalam pasar di perjual belikan ditegaskan Zulkifli kalau memang ada oknum pegawai pemkot yang melakukan hal itu dan ada yang mengetahui segera melapor kepada pemkot.
“Setiap ada penertiban memang ada isu lapak yang di dalam pasar itu di penjual belikan tapi kenyataannya tak ada yang memiliki bukti. jika memang ada bukti sampaikan, akan kami lakukan pemecatan. Saya akan lapor ke wali kota untuk dipecat agar tak menular ke yang lain," pungkas Zulkifli.