Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kota Balikpapan yang juga Wakil Ketua TPID, Robi Ariadi menyampaikan bahwa UPI merupakan upaya untuk mengingatkan masyarakat luas untuk tidak panic buying sehingga berlebih-lebihan dalam belanja.
"Juga untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat melalui komunikasi yang efektif," kata Robi Ariadi dalam rilisnya, Sabtu (9/3/2024).
Pemuka agama diharapkan dapat memberikan pesan moral untuk mengajak dan masyarakat agar tetap hidup sederhana. "Serta menyebarluaskan pesan tersebut kepada masyarakat di sekitarnya," imbuh dia.
Robi menyampaikan lim cara cerdas dan bijak berbelanja, yaitu belanja sesuai kebutuhan, membuat daftar belanja yang diperlukan, membandingkan harga untuk memeroleh harga terbaik, tidak menimbun barang/makanan, dan mencari barang pengganti.
"Subtitusi itu diperlukan sebagai alternarif jika barang yang diinginkan mahal," jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin menyebutkan strategi dalam pengendalian daerah adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
"Tentunya melalui langkah-langkah konkret," kata Muhaimin yang mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
Langkah konkret tersebut mulai dari pemantauan perkembangan harga dan persediaan terutama untuk komoditas pangan utama seperti beras, cabai rawit, bawang, dan gula. Kemudian mendorong keberlanjutan pelaksanaan pasar murah atau SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
"Khususnya komoditas beras untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan ekspektasi masyarakat," tambahnya.
Langkah lainnya adalah melakukan optimalisasi kerja sama Antardaerah (KAD) untuk komoditas bahan pokok penting (Bapokting). Termasuk mendorong koordinasi TPID dengan stakeholders terkait, baik di daerah maupun di pusat.
"Untuk memantau perkembangan rencana revisi tarif batas atas tiket pesawat," ujarnya.
TPID juga melaksanakan program lainnya seperti operasi pasar, pasar murah, gelar pangan murah. Diharapkan capaian inflasi Kota Balikpapan tahun 2024 tetap dalam rentang target 2,5% ± 1%.
UPI dilanjutkan dengan penandatanganan seruan belanja bijak oleh Ketua TPID, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Kepala Kemenag Balikpapan, Ketua MUI, Ketua PCNU, PD Muhammadiya, dan Ketua DMI Kota Balikpapan. (*)