Lokasi pertama yang disasar yakni mulai dari gudang distributor pangan milik PT Aneka Sumber Boga di Jalan MT Haryono, Gunung Malang kemudian ke kawasan Pasar Baru dan Pasar Klandasan Balikpapan.
Kasatgas Pangan Polresta Balikpapan, Kompol Ricky Sibarani mengatakan, secara umum hingga menjelang Ramadan, stok kebutuhan pokok di sejumlah pasar dan distributor masih terbilang aman.
"Stok bahan pokok masih kategori aman. Namun memang harga bahan pokok seperti beras masih bervariasi di pasaran saat ini," kata Ricky di Pasar Klandasan Balikpapan.
Ricky mengungkapkan bahwa saat ini Bulog juga masih memiliki kendala dalam pendistribusian beras ke pasaran. Dimana saat ini Bulog masih melakukan perawatan beras khususnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras itu baru bisa didistribusikan nanti tanggal 14 (Maret), baru nanti akan kembali normal dan masyarakat bisa mendapatkan berasa Bulog (SPHP)," ujarnya.
Perwakilan Bulog Kaltimra, Ika menerangkan menipisnya stok beras khususnya beras SPHP saat ini dikarenakan sedang adanya perawatan berkala untuk menjaga kualitas beras yang ada di gudang saat ini. Perawatan ini dilakukan untuk menghindari beras agar tak terkontaminasi dari hama.
Ika menjelaskan saat ini ada sebanyak 2 ribu ton beras yang masih dalam perawatan sebelum didistribusikan ke masyarakat. Beras tersebut merupakan beras cadangan nasional yang disimpan dalam waktu lama. "Perawatan atau pemeliharaan beras ini nantinya akan membutuhkan waktu sekitar 10 hari," ucapnya.
Dia melanjutkan, bahwa akibat perawatan yang dilakukan tersebut, pendistribusian beras ke pasaran pun terhenti sementara waktu. "Stok yang dimiliki pedagang saat ini merupakan stok yang kita distribusikan sebelum gudang ditutup," imbuhnya.
Ika memastikan bahwa pendistribusian beras dari Bulog kepasaran akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. "Sekitar tanggal 13 atau 14 Maret ini nanti distribusi kembali dilakukan" pungkasnya.
Editor: Maruly Z