Salah seorang warga, Arul mengatakan, ia baru menyadari terjadi kebakaran saat mendengar teriakan warga dari luar rumahnya. "kebakaran-kebakaran," secara berulang kali. Sontak, Arul pun bergegas keluar rumah untuk memastikan musibah tersebut. "Saya pas lagi tidur-tiduran di kamar, karena kebetulan pas hujan. Tiba-tiba dari luar ada teriakan, nyaring kebakaran-kebakaran. Saya keluar lah, saya tengok pas di belakang sekolah," kata Arul.
Arul pun saat itu langsung berinisiatif menuju ke lokasi kebakaran. Ia pun berupaya membantu warga yang terkena musibah tersebut serta membantu mengarahkan petugas BPBD Balikpapan untuk menjangkau ke titik api.
Ketua RT 4, Abdul Karib mengatakan, api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan rumah. Saat itu, warga melihat api telah muncul dari loteng dan tak berselang lama menyebar kebangunan tersebut.
"Yang bersangkutan (pemilik rumah) itu lagi di bawah di lantai 1. Di atas itu lagi gak ada orang," kata Abdul.
Abdul menuturkan, rumah bangunan dua lantai terseburt dihuni oleh satu kepala keluarga dengan total 5 jiwa. "Bangunan di lantai dua itu dari asbes jadi mudah terbakar. Kalau di lantai satu itu tembok," kata dia.
Satu jam api berkobar, petugas BPBD yang tiba di lokasi kebakaran pun berhasil memadamkan api. Tiga unit mobil pemadam dari pos Utara, Barat dan Penanggulan Bencana dikerahkan ke lokasi kebakaran.
"Satu rumah terbakar, ini rumah dua lantai. Tidak ada korban jiwa, untuk penyebab masih penyelidikan kepolisian," kata Kabid Kedaruratan BPBD Balikpapan, Bambang Subagya.
Bambang mengungkapkan bahwa tak ada kendala dalam proses pemadaman. Hanya saja, kondisi suplai air dengan debit yang kecil pun membuat petugas pemadam harus memasok air dari kawasan Karang Jawa. "Kurang lebih satu jam api sudah bisa kami kuasai," ujar Bambang.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di RT 4 Kelurahan Margomulyo. Sementara terkait dengan penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Editor: Maruly Z