Ketua Komite SD Negeri 021, Amir mengatakan, aksi bersih-bersih lingkungan ini dilakukan menyusul adanya satu siswa sekolah yang terkena DBD. Mengantisipasi penyakit tersebut, Amir pun mengajak seluruh orangtua siswa untuk gotong royong.
"Saya selaku Ketua Komite prihatin, apa lagi dengar terindikasi salah satu murid kena DBD, dan beberapa rekannya sempat panas dingin dan izin dari sekolah," kata Amir kepada korankaltim.com, Sabtu (20/1).
Upaya ajakan gotong royong pun direspon positif oleh seluruh orangtua siswa. Mereka pun menggalakkan aksi bersih-bersih mulai dari dalam lingkungan sekolah hingga keluar sekolah. Botol-botol bekas hingga genangan-genangan air disekitar lingkungan sekolah dibersihkan oleh puluhan orangtua siswa yang terlibat. "Kita juga berkoordinasi dengan warga setempat dan melakukan pemetaan mana yang kira-kira bakal menjadi sarang nyamuk. Mulai dari kaleng-kaleng, pohon pisang dan lainnya," ujarnya.
Mantan ketua GMNI periode 2003 itu juga mengatakan bahwa sehari sebelumnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas seperti puskesmas hingga Dinkes Kota Balikpapan untuk melakukan fogging di lingkungan sekolah.
"Kemarin sudah dilakukan fogging sehari sebelumnya. Hari ini kami bersih-bersih terutama sarang-sarang nyamuk, selain kemarin nanti juga rencananya akan dilakukan fogging ke-2 dilingkungan sekolah," tutup Amir.
Dia berharap aksi kecil yang dilakukan hari ini dapat berjalan secara berkelanjutan nantinya. Upaya ini dilakukan bukan saja untuk melindungi siswa sekolah namun juga warga setempat yang berada dekat dengan di lingkungan sekolah.
Editor: Maruly Z